Home / Bangka Belitung / MUI Belitung Gelar Bimtek Kaligrafi Digital
IMG_20220716_175843

MUI Belitung Gelar Bimtek Kaligrafi Digital

Bagikan :

TANJUNGPANDAN: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung gelar kegiatan Bimtek (bimbingan teknis) kaligrafi digital bagi para “khathat” atau penulis kaligrafi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Tropical Village Hotel dan Resort, Tanjung Pandan, Sabtu (15/7/2022).

Hadir sebagai narasumber yakni pimpinan D & D Kaligrafi Institut Jambi sekaligus penemu aplikasi digital kaligrafi pertama di Indonesia, Ustadz H. Oman Abdul Aziz S.Ag.

Bimbingan teknis kaligrafi digital ini merupakan bimtek pertama yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan ketiga di Indonesia setelah Riau dan Makassar.
Ketua pelaksana kegiatan bimtek kaligrafi digital MUI Belitung,

Ramansyah mengatakan bimtek tersebut mengangkat tema “Up Your Skill dalam Penguatan Seni Kaligrafi Digital untuk Mendukung Sektor Pariwisata Belitung” diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai kalangan.

“Melalui kegiatan bimtek ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan skill terhadap seni kaligrafi digital,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa bimtek kaligrafi digital diharapkan menopang sektor pengembangan wisata religi di Kabupaten Belitung dan meningkatkan pendapatan ekonomi para penulis kaligrafi lokal.

Ramansyah menjelaskan, kaligrafi digital adalah teknik penulisan kaligrafi dengan sentuhan teknologi mengintegrasikan sistem aplikasi photoshop dan PDF coverter yang dalam waktu singkat dapat menghasilkan kaligrafi yang indah, efektif, efisien dan berkualitas tinggi.

“Namun dengan tidak menafikan metode penulisan kaligrafi konvensional, kami ingin para kaligrafer Belitung memiliki kemampuan ganda yakni bisa kaligrafi konvensional dan kaligrafi digital,” jelasnya.

Dirinya berharap, pelatihan digital kaligrafi tersebut diharapkan dapat mencetak kaligrafer Belitung yang handal.

“Kemudian akan kami arahkan kepada kegiatan edukasi yang terpadu dengan sektor ekonomi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi,” imbuhnya.*