TANJUNGPANDAN: Gebyar Silaturahmi Seniman se-Belitong, yang digelar di Gedung Nasional Tanjungpandan Rabu malam, 11 Juni 2025, menjadi momen penuh makna yang menyatukan lintas generasi seniman, dari seluruh penjuru Belitung dan Beltim.
Dalam perhelatan yang digelar, untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke empat, Ikatan Seniman Asli Bangka Belitung atau disingkat dengan sebutan ISABABEL ini, panggung seni terasa lebih hidup dengan kehadiran, tokoh-tokoh seni legendaris, dan komunitas seni yang aktif, memperkaya budaya lokal.
Salah satu momen paling menyentuh adalah kehadiran perwakilan keluarga almarhum Abu Bakar Rachim, pencipta lagu ikonik Kepice. Malam itu, sang putra Dikcy Nurmansyah Arif tampil mewakili, membawa semangat warisan seni yang terus hidup dalam ingatan masyarakat Belitong.
Tak hanya itu, acara juga dihadiri oleh Ibu Ely Abdullah Idris, mewakili keluarga besar Abdullah Idris dari Manggar, dan Wargono Jaya Saputra atau biasa disapa Pak Gono, seniman senior dari Beltim yang juga kakek dari penyanyi berbakat Shabrina Leonar, juara Indonesian Idol tahun 2025.
Panggung seni semakin berwarna, dengan kehadiran beragam komunitas, seperti Komunitas Tembang Kenangan, KOTELA (Komunitas Tembang Lawas), Komunitas Simpor, Komunitas KTKB, serta para musisi jalanan, seniman muda, hingga seniman senior seperti Bung Andi Stania 87, Pemain Gambus Husni Mariosa, dan Jamil, gitaris legendaris dari grup Bilitonik 1 dan 5 yang aktif di era 60-an, banyak lainnya para musisi yang hadir pada malam tersebut.
Tentu ada yang spesial, Senator Babel Darmansyah Husein hadir diacara tersebut, sebagai pembina ISABABEL. Yang juga Turut hadir Wakil Bupati Belitung Syamsir, serta Forkompinda Belitung dan para Organisasi Perangkat daerah terkait.
Rangkaian Acara yang Penuh Makna
Acara dibuka dengan Tari Selamat Datang dari Ligat Tari, dilanjutkan dengan Lagu Indonesia Raya dan Mars ISABABEL, serta pembacaan doa yang menambah kekhidmatan suasana. Tak lama, suasana menjadi hangat oleh sambutan dari berbagai tokoh penting.
Ketua ISABABEL sekaligus Ketua Panitia, Bilitonie, menyampaikan apresiasi atas kehadiran rekab rekan seniman dan terus jalin semangat kebersamaan dan kompak selalu yang ditunjukkan para seniman. “Ini bukti bahwa seni masih menjadi jembatan kuat yang menyatukan kita semua,” ujarnya.
Adapun Gebyar Silaturahmi Seniman se-Belitong tak hanya menjadi ajang perayaan seni, tapi juga momen pemersatu yang menyentuh hati banyak pihak. Salah satunya datang dari Insyinyur Haji Darmansyah Husein, anggota DPD RI sekaligus Pembina ISABABEL, yang mengajak seluruh seniman dan masyarakat untuk terus merawat semangat kolaborasi antara Belitung dan Beltim.
Darmansyah menegaskan pentingnya menjaga kekompakan lintas wilayah dalam membangun kekuatan seni dan budaya lokal. “Belitong kita satukan, ini sangat luar biasa,” ujar Darmansyah penuh semangat.
Ia menekankan bahwa acara seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana seni mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat, tanpa memandang usia, latar belakang, atau asal daerah. Menurutnya, sinergi antara Belitung dan Beltim adalah modal besar untuk melahirkan karya-karya yang membanggakan daerah.
Tak hanya itu, Darmansyah juga memberikan pesan yang menohok namun membangun: ia mengajak semua pihak untuk meninggalkan sifat “mentejaan” (saling iri atau menjatuhkan), dan menggantinya dengan pola pikir positif serta saling mendukung.
“Hilangkan sifat mentejaan, mari kita berpikir positif dan membangun bersama,” tambahnya.
Pesan ini sejalan dengan semangat yang diusung ISABABEL: menjadikan seni sebagai jembatan kebersamaan dan alat pemersatu daerah. Dengan energi yang sama, Darmansyah berharap akan semakin banyak event-event budaya yang digelar di masa mendatang demi mengangkat potensi wisata, ekonomi kreatif, dan identitas Belitong di kancah nasional.
Dalam kesempatan itu, Seniman Beltim, Wargono menyampaikan pandangannya yang sejalan dengan Senator Bangka Belitung, Ir. H. Darmansyah Husein, mengenai pentingnya kekompakan antardaerah dalam membangun kekuatan seni dan budaya lokal.
“Beltim juga banyak musisi, mari kita kuatkan kekompakan,” tegas Wargono yang dikenal sebagai salah satu tokoh musik di Beltim sekaligus kakek dari penyanyi muda berbakat Shabrina Leonar.
Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, yang menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap perkembangan seni di Pulau Belitung. “Mari kita satukan Belitung dan Beltim untuk selalu kompak dan rajut kebersamaan,”katanya.
Adapun moment Pertunjukan demi pertunjukan menjadi jendela kekayaan seni Belitong. Lagu “Bilitoni” membuka malam dengan semangat yang membuncah. Lalu, Penyerahan kue ulang tahun oleh Komunitas Simpor Belitong, Kolaborasi menarik dari Gambus feat. Usni Mariosa, Penampilan memukau dari Brenda Bilitoni, penyanyi cilik berprestasi, Juara 1 FL2SN Belitung 2023/2024 dan Juara 3 Provinsi 2023, Aksi panggung energik dari Band Kubil Beltim yang membawakan 3 lagu andalan, Tampilnya penyair Diran Janggut yang membacakan puisi penuh makna, Lagu-lagu dari seniman ternama seperti Dr. Suhendri dan Andi Stania 87, dan penampilan musik hadra.
Dan saat lagu “Lejuk” ciptaan Joni Rodith dilantunkan oleh Senator Darmansyah, Wargono dan Ketua KTKB Belitung Suhandri, penonton larut dalam nostalgia dan rasa bangga yang tak tertahan.
Acara ini tak hanya menjadi perayaan seni, tapi juga menjadi simbol penguatan identitas budaya dan sinergi antarwilayah. ISABABEL kembali membuktikan bahwa seni adalah denyut nadi masyarakat Belitong yang tak pernah padam—terus mengalir, menginspirasi, dan menyatukan.











