TANJUNGPANDAN –Para pemuka agama dari seluruh penjuru Kabupaten Belitung berkumpul dalam sebuah pertemuan hangat bersama Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, yang digelar di kantor UPTD PU Provinsi Babel Wilayah Belitung, Selasa,3 Juni 2025.
Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi langsung kepada pemimpin daerah. Turut hadir dalam kesempatan ini Koordinator Daerah Pemuka Agama Belitung Haji Yusri Yusadu yang diwakili oleh Sekretaris Pemuka Agama Belitung, Wawan Irwanda, bersama jajaran pengurus seperti Bendahara Hairuman, Koordinator Kecamatan Tanjungpandan Husein Fadel, Koordinator Kecamatan Badau Harjuansyah, serta para koordinator desa dari seluruh wilayah Belitung.
Dalam sambutannya, Wawan Irwanda menyampaikan apresiasi atas diterimanya audiensi tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ini para pemuka agama masih menantikan pencairan insentif tahun 2024 yang surat keputusannya telah terbit, bahkan laporan kegiatan dari Januari hingga Juni juga telah disampaikan.
“Kami hanya berharap ada solusi terkait insentif bantuan provinsi bagi pemuka agama yang belum cair. Semuanya sudah dilaporkan, kami mohon tindak lanjutnya dan Semoga program Pemuka agama terus berlanjut seterusnya,”harap Wawan.
Terkait untuk kemajuan Babel, Wawan menyampaikan dukungan kepada gubernur dan wakil gubernur serta mengharapkan adanya kekompakan antara Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menjaga harmoni dan kesinambungan pembangunan, terutama di Belitung yang memiliki kekhasan nilai-nilai budaya dan religiusitas yang tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Hellyana menyampaikan rasa terima kasih atas masukan yang diberikan dan berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi tersebut ke pihak terkait di tingkat provinsi.
“Terima kasih atas kepercayaan dan masukannya. Tentu kami akan terus berkoordinasi agar semua bisa mendapatkan kejelasan dan jalan keluar terbaik,” kata Hellyana.
Silaturahmi ini diakhiri dengan pesan kebersamaan dan harapan agar hubungan antara pemuka agama dan pemerintah daerah terus terjalin erat demi terciptanya Belitung yang damai, religius, dan terus berkembang.*












