Khalisa, Usia 5 Tahun Sabet Emas di Kejuaraan Renang Jusav SC Beltim 2025

Kejuaraan ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan semangat kompetisi, melatih mental juara, dan menemukan calon-calon atlet renang andalan Beltim di masa depan. Dan mungkin, semuanya bisa dimulai dari seorang gadis kecil bernama Khalisa.

GANTUNG: Sebanyak 121 perenang muda dari berbagai klub, SD, dan TK di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memanaskan lintasan air dalam Kejuaraan Renang Jusav Swimming Club (SC) Kelompok Umur Antar Pelajar III Tahun 2025, yang digelar di Kolam Renang Selembat, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Senin hingga Selasa (2–3 Juni 2025).

Ajang bergengsi selama dua hari ini mempertandingkan 56 nomor lomba putra-putri dan memperebutkan total 168 medali. Namun perhatian publik tertuju pada sosok termuda di antara para perenang: Khalisa Agniah Bahira, siswi TK Negeri Pembina Gantung yang baru berusia 5 tahun, sukses menyabet dua medali emas.

“Senang bisa dapat medali,” ujar Khalisa polos, usai meraih emas di nomor 25 Meter Papan Luncur Gaya Dada dan 25 Meter Papan Luncur Kaki Bebas.

Meski usia Khalisa terbilang sangat dini, semangat dan tekniknya membuat decak kagum. Menurut pelatihnya, Vivin Okdwi Jayanti, selisih waktu Khalisa dengan peserta lain cukup signifikan—bahkan melampaui perenang yang usianya jauh lebih tua.

“Khalisa punya bakat luar biasa. Ini bibit emas untuk Kabupaten Beltim,” tegas Vivin, yang juga anggota Bidang Pembinaan Prestasi KONI Beltim.

Wadah Alternatif di Tengah Absennya Cabor Renang di O2SN
Ketua panitia kejuaraan, Siti Chalimah, mengungkapkan bahwa event ini merupakan inisiatif Jusav SC sebagai respons atas ditiadakannya cabang olahraga renang dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD tahun ini.

“Kita ingin anak-anak tetap semangat mengembangkan minat dan bakatnya, meski tak ada O2SN,” jelas Siti, yang juga Kepala SD Negeri 7 Gantung.

Kejuaraan ini menjadi tolak ukur pembinaan atlet dan bagian dari langkah awal pembibitan perenang muda Beltim.

Swadaya Tanpa Anggaran Daerah

Ketua Pengcab Akuatik Kabupaten Beltim, Fezzi Uktolseja, menyatakan apresiasinya terhadap penyelenggaraan yang sepenuhnya dilakukan secara swadaya—tanpa anggaran daerah, dengan dukungan sukarela dari Koramil, Polsek Gantung, dan Polres Beltim.

Foto anak anak yang menjadi juara

“Jarang sekali kejuaraan renang digelar di Beltim. Ini patut kita dukung penuh,” kata Fezzi, yang juga Ketua DPRD Beltim.

Ia juga menyebutkan bahwa ke depan, pembangunan kolam renang berstandar nasional hingga internasional akan menjadi prioritas bersama Pemkab, KONI, dan Pengkab Akuatik Beltim.

“Fasilitas ini bukan hanya menunjang olahraga, tapi juga bisa jadi daya tarik wisata,” pungkasnya.

Klasemen Medali Klub dan Sekolah

Berikut hasil klasemen perolehan medali Kejuaraan Renang Jusav SC 2025:
1. T-Fast SC – 22 emas, 12 perak, 5 perunggu

2. Jusav SC – 18 emas, 21 perak, 19 perunggu

3. Rainbow Torpedoes SC – 10 emas, 10 perak, 8 perunggu

4. Piri Reis SC – 1 emas

5. SDN 1 Simpang Renggiang – 3 perunggu

Kejuaraan ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan semangat kompetisi, melatih mental juara, dan menemukan calon-calon atlet renang andalan Beltim di masa depan. Dan mungkin, semuanya bisa dimulai dari seorang gadis kecil bernama Khalisa.sumber: Diskominfo-SP-Beltim*