TANJUNGPANDAN – Penulis sekaligus praktisi hukum, Kurnianto Purnama, S.H., M.H., yang akrab disapa Atet, resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul “Puisi Sang Pengacara”, Senin (12/1/2026) pukul 09.00 WIB. Peluncuran sekaligus bedah buku ini digelar di SMA Negeri 1 Tanjungpandan, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Belitung.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh daerah, di antaranya Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani, Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpandan Jantimala, M.Pd., anggota DPRD Belitung Willyanto, serta Penerbit buku,,para pendidik, pelajar, dan pemerhati sastra.
Dalam rangkaian acara, digelar sesi bedah buku yang menghadirkan Basri, S.Pd. dan Dra. Nurmariana sebagai pembedah, dengan moderator Rizqi Amalia, S.Pd. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, mengajak peserta menyelami makna puisi-puisi yang lahir dari refleksi kehidupan, hukum, manusia, dan alam.
Sementara itu, penulis buku puisi sang pengacara, Kurnianto Purnama mengungkapkan bahwa puisi-puisi dalam buku tersebut ditulis selama kurun waktu 2016 hingga 2025, dengan jumlah sekitar 100 puisi, sebagian di antaranya ditulis di Belitung. Ia menjelaskan bahwa menulis baginya adalah cara mengabadikan pemikiran agar tidak hilang ditelan waktu.
“Saya meluncurkan buku ini di SMA Negeri 1 karena saya alumni di sini. Saya ingin menginspirasi anak-anak sekolah. Sepintar apa pun seseorang, jika tidak menulis, pemikirannya akan hilang. Tapi lewat tulisan, pemikiran itu akan hidup lebih lama,” ungkapnya.
Buku Puisi Sang Pengacara ini merupakan buku kelima karya Kurnianto, setelah sebelumnya menulis buku-buku hukum.
Ia berharap buku puisi ini dapat mengajak pembaca mencintai dan menghargai alam, sehingga kehidupan menjadi lebih damai dan selaras.
Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani S.E, dalam sambutannya mengapresiasi karya Kurnianto Purnama yang dikenal sebagai pengacara namun memiliki hobi menulis puisi dan melukis. Menurutnya, buku ini menjadi bukti bahwa profesi tidak membatasi seseorang untuk berkarya di bidang seni dan literasi.
“Melalui buku ini, kita ingin menumbuhkan semangat literasi bagi siswa-siswi SMA Negeri 1. Secanggih apa pun teknologi, buku cetak tidak akan tergantikan. Membaca buku harus kita jadikan gaya hidup, bukan hanya nongkrong dan ngopi,” ujar Vina.
Ia juga menilai isi buku Puisi Sang Pengacara sarat pesan tentang keseimbangan antara manusia, alam, dan dunia. “Jika ketiga unsur ini dijaga, saya yakin kehidupan akan damai dan sejahtera, tanpa konflik dan bencana,” tambahnya.
Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpandan Jantimala, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kurnianto Purnama atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peluncuran buku ini menjadi inspirasi besar bagi sekolah dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan peserta didik.
“Kami berharap ke depan semakin banyak alumni SMA Negeri 1 Tanjungpandan yang berkontribusi dan berbagi inspirasi melalui karya-karya literasi seperti ini,” pungkasnya
Adapun buku ini diterbitkan, Rakyat Merdeka Books yang berisi 114 puisi, yang dirangkum tiga bab. Buku ini juga berisikan testimoni, kepala SMA Negeri 1 Tanjungpandan, sambutan dari Jesika Juliana, S.Psi, M.A, Ph.D., kata pengantar penulis, editor hingga Sinopsis buku, hingga profil, keluarga dan karya-karya penulis.
Adapun Buku Puisi Sang Pengacara ini, merupakan kumpulan puisi, yang dirangkum dalam tiga babak. Karya ini lahir dari perpaduan, antara disiplin berpikir hukum, dan kebutuhan penulis untuk merawat ruang batin. Di tengah rutinitas, profesi yang sarat struktur dan logika, puisi menjadi medium bagi penulis, untuk merekam rasa, jeda dan renungan, yang kerap luput dari bahasa formal.

















