Peringati HUT ke-74 PERSAJA, Kejari Beltim Teguhkan Jiwa Korsa dan Nilai Tri Krama Adhyaksa

Upacara ini menjadi simbol penguatan semangat kolektif jaksa dalam menjalankan tugas penegakan hukum dengan integritas tinggi, menjadikan PERSAJA tak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai wadah pembinaan moral dan etika jaksa Indonesia

MANGGAR: Dalam semangat memperkuat nilai-nilai profesionalisme dan solidaritas, Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Kejari Beltim) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) pada Rabu (14/5). Upacara berlangsung khidmat di halaman kantor Kejari Beltim dan dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur, Dr. Rita Susanti.

Turut hadir dalam upacara tersebut para Kepala Seksi (Kasi), Kepala Sub Seksi (Kasubsi), Jaksa Fungsional, serta pegawai di lingkungan Kejari Beltim. Dalam kesempatan itu, Dr. Rita Susanti membacakan amanat tertulis Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin, yang menekankan pentingnya menjadikan momentum HUT PERSAJA sebagai refleksi tanggung jawab luhur profesi jaksa.

“Setiap detik upacara ini seharusnya mengingatkan kita pada nilai-nilai luhur profesi Jaksa dan pengorbanan para pendahulu yang telah membangun fondasi keadilan di negeri ini,” ujar Rita membacakan amanat Jaksa Agung.

Melalui peringatan ini, Jaksa Agung mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk mengevaluasi kesetiaan terhadap nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa: Satya, Adhi, dan Wicaksana. Ia juga menekankan pentingnya merancang langkah strategis demi mewujudkan institusi Kejaksaan yang modern, humanis, dan berkeadilan.

Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah pentingnya menumbuhkan dan merawat jiwa korsa di antara keluarga besar Adhyaksa. Jiwa korsa dimaknai sebagai semangat persaudaraan dan solidaritas yang menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal.

“Jiwa ini tidak hanya tercermin dalam kesetiaan terhadap institusi, tetapi juga dalam komitmen bersama untuk menjunjung tinggi keadilan, kebenaran, dan kepentingan umum,” lanjut amanat tersebut.

Upacara ini menjadi simbol penguatan semangat kolektif jaksa dalam menjalankan tugas penegakan hukum dengan integritas tinggi, menjadikan PERSAJA tak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai wadah pembinaan moral dan etika jaksa Indonesia.*Diskominfo Beltim