Putra Putri Belitong, Pasangan Kelvin Ariski dan Raufa Sayyidah ‘Adila Raih Juara II Duta Bahasa Babel 2025

Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga untuk Belitung dan Beltim serta generasi muda yang peduli terhadap kebahasaan

PANGKALPINANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda dari Pulau Belitong. Kelvin Ariski, asal Gantung Belitung Timur, mahasiswa program studi Ilmu Hukum Universitas Bangka Belitung, dan Raufa Sayyidah ‘Adila, asal Tanjungpandan Belitung, mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka, berhasil meraih posisi Juara II dalam ajang final Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) 2025.

Ajang bergengsi yang digelar oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini diikuti oleh 20 finalis putra-putri terbaik berusia 18–25 tahun, yang berasal dari berbagai profesi dan latar belakang pendidikan. Dalam kompetisi ini, para peserta diuji dalam berbagai aspek, mulai dari penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kemampuan berbahasa daerah dan asing, hingga kecakapan berdiplomasi dan berkomunikasi.

Raufa menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga untuk Belitung dan Beltim serta generasi muda yang peduli terhadap kebahasaan,” ujarnya usai penobatan.

IMG 20250521 100616

Dari 20 finalis, terpilih lima pasang duta terbaik. Faris Adil dan Nadiya Kaltsum Ulayya dinobatkan sebagai Juara I dan akan mewakili Bangka Belitung di ajang Duta Bahasa tingkat nasional pada September mendatang.

Sementara itu, posisi Juara II diraih oleh Kelvin Ariski dan Raufa Sayyidah ‘Adila. Di posisi Juara III ada Vargas Pratama dan Sarlomi Marlinda Ratu.

Untuk Juara IV, diraih oleh Hadi Azhari dan Rindiani Andesti. Sedangkan Juara V ditempati oleh Maulana Hidayat dan Ersy Dwi Maryani.

Pemilihan Duta Bahasa ini menjadi bagian dari upaya pelestarian, pengembangan, dan pembinaan bahasa Indonesia serta bahasa daerah di kalangan generasi muda. Harapannya, para duta yang terpilih dapat menjadi agen perubahan dalam menguatkan jati diri bangsa melalui bahasa.*