TANJUNGPANDAN – Pameran tahunan Belitung Expo 2026 kembali menjadi magnet bagi masyarakat dengan menghadirkan beragam kreativitas, mulai dari seni, budaya, hingga pelestarian lingkungan. Salah satu yang paling menyita perhatian pengunjung adalah pameran ratusan bonsai yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Belitung di kawasan Pantai Tanjungpendam, Rabu (1/7/2026).
Belitung Expo 2026 berlangsung pada 1–5 Juli 2026 sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-188. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi budaya, kreativitas lokal, serta kampanye kecintaan terhadap lingkungan hidup.
Ketua PPBI Cabang Belitung Benny Andrea melalui Sekretaris PPBI Cabang Belitung, Hendri Suzanto, S.Sos, M.M.Tr, mengatakan bahwa keikutsertaan PPBI dalam Belitung Expo merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk dukungan terhadap peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan.
“PPBI Cabang Belitung diundang oleh panitia Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-188 untuk kembali berpartisipasi melalui pameran dan kontes bonsai. Kegiatan ini sudah kami ikuti selama lebih dari lima tahun berturut-turut,” ujar Hendri.
Menurutnya, pada tahun ini PPBI menghadirkan konsep pameran yang lebih spesifik dengan membagi koleksi ke dalam dua kategori, yakni kelas lokal dan kelas umum.
“Kelas lokal terdiri dari bonsai prospek maupun bonsai jadi yang menggunakan spesies endemik Belitung. Sedangkan kelas umum diikuti berbagai jenis bonsai dari koleksi para anggota, tanpa dibatasi asal spesiesnya,” jelasnya.
Ratusan bonsai dipamerkan dalam ajang tersebut. Beragam bentuk, ukuran, dan karakter tanaman berhasil memikat perhatian para pengunjung yang datang ke lokasi pameran.
Tak hanya menampilkan koleksi bonsai, PPBI Cabang Belitung juga menggelar berbagai kegiatan edukatif, seperti diskusi mengenai teknik perawatan bonsai, pemupukan, pembentukan gerak dasar, hingga berbagi pengalaman antaranggota.
“Kegiatan ini menjadi ajang belajar bersama. Anggota baru maupun yang sudah senior saling berbagi ilmu untuk meningkatkan kualitas bonsai yang dimiliki,” katanya.
PPBI juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh tentang seni bonsai. Pengunjung dapat langsung berdiskusi dengan para anggota maupun pengurus yang bertugas di stan pameran.
“Melalui pameran ini kami ingin mengenalkan apa itu bonsai, bagaimana cara merawatnya, sekaligus mengajak masyarakat ikut menjaga dan melestarikan tanaman sebagai bagian dari kecintaan terhadap lingkungan,” pungkas Hendri.

















