RSUD Muhammad Zein Mantapkan Langkah Menuju Akreditasi Paripurna
- Bangka Belitung
- calendar_month Jumat, 31 Jul 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGAR: RSUD Muhammad Zein Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus mematangkan berbagai persiapan untuk meraih Akreditasi Paripurna, predikat tertinggi dalam penilaian mutu pelayanan rumah sakit. Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Simulasi Survei Akreditasi yang digelar di Ruang Rapat RSUD Muhammad Zein, Senin (27/7/2026).
Simulasi ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum pelaksanaan survei akreditasi resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Beltim terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Hadir pula Ketua Tim Penilai dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP), dr. Iis beserta tim, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, Dianita Fitriayani, selaku Ketua Dewan Pengawas RSUD Muhammad Zein.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Muhammad Zein, dr. Rima Ramba, mengatakan simulasi merupakan bagian dari rangkaian panjang pembinaan dan pendampingan yang telah dijalani rumah sakit sebelum menghadapi survei akreditasi.
“Ini baru tahap simulasi. Sebelumnya kami sudah mengikuti berbagai pembinaan dan pendampingan. Survei akreditasi sebenarnya akan dilaksanakan sekitar tanggal 27 hingga 29 Agustus nanti,” ujar dr. Rima.
Menurutnya, akreditasi menjadi tolok ukur apakah seluruh pelayanan rumah sakit telah memenuhi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Saat ini, RSUD Muhammad Zein berupaya meningkatkan status akreditasi dari Utama menjadi Paripurna.
Untuk mencapai target tersebut, berbagai pembenahan terus dilakukan, mulai dari penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), penguatan koordinasi antarunit kerja, hingga pengembangan sistem pelayanan berbasis digital.
“Kami terus memperbaiki kepatuhan terhadap SOP, komunikasi antarpetugas, hingga kelengkapan data pelayanan. Bahkan rekam medis elektronik kami kini sudah hampir seratus persen terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan dan itu menjadi salah satu indikator penting menuju akreditasi Paripurna,” jelasnya.
Dr. Rima optimistis target tersebut dapat dicapai berkat komitmen seluruh tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit yang memiliki visi yang sama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Kami yakin dengan kerja sama seluruh tim, mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan, hingga manajemen rumah sakit yang memiliki visi yang sama untuk menghadirkan pelayanan yang prima dan terpercaya,” katanya.
Simulasi Jadi Ajang Evaluasi Menuju Predikat Paripurna
Dalam simulasi tersebut, tim dari LARS DHP melakukan penilaian terhadap berbagai aspek pelayanan rumah sakit, mulai dari tata kelola organisasi, keselamatan pasien, mutu pelayanan, kesiapan sumber daya manusia, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung.
Melalui kegiatan ini, setiap kelompok kerja (pokja) memperoleh berbagai masukan untuk menyempurnakan indikator penilaian sebelum survei akreditasi resmi dilaksanakan pada akhir Agustus mendatang.
RSUD Muhammad Zein berharap persiapan yang semakin matang mampu mengantarkan rumah sakit meraih predikat Akreditasi Paripurna, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kabupaten Belitung Timur.
Bupati: Akreditasi Harus Berdampak pada Kualitas Pelayanan
Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, melainkan menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, bermutu, dan mengutamakan keselamatan pasien.
“Pemkab Beltim memberikan dukungan penuh terhadap proses akreditasi ini karena tujuannya adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tegas Kamarudin.
Ia juga mengingatkan seluruh tim akreditasi agar memanfaatkan simulasi sebagai sarana evaluasi untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
“Jangan hanya fokus pada kelengkapan dokumen, tetapi yang paling penting adalah bagaimana standar pelayanan benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Afa itu mengaku optimistis RSUD Muhammad Zein mampu meraih predikat Paripurna. Menurutnya, perubahan positif di rumah sakit sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi pelayanan, kebersihan, maupun penataan fasilitas.
“Rumah sakit ini sudah banyak berubah, mulai dari pelayanan, kebersihan, hingga penataannya. Saya yakin di bawah kepemimpinan Direktur RSUD bersama seluruh jajaran, target Paripurna dapat diraih,” ungkapnya.
Kamarudin berharap keberhasilan meraih Akreditasi Paripurna nantinya menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Belitung Timur.*
- person
- visibility 38
- forum 0