Harus Ada Satu orang Putra-putri dari Pulau Belitong duduk di DPR RI, Kenapa? Begini Alasan A. Rani Rasyid, Ketua Komisariat Forum Presidium Belitung.

harapannya bahwa pada Pemilu 2024, setidaknya harus ada wakil rakyat asli pulau Belitong duduk di Senayan yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tahun 2024.

TANJUNGPANDAN: Harapan kuat datang dari tokoh masyarakat Belitung, A. Rani Rasyid, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisariat Forum Presidium Belitung.

Dalam sebuah pernyataan yang dibuatnya baru-baru ini, A. Rani Rasyid dengan penuh semangat mengungkapkan harapannya bahwa pada Pemilu 2024, setidaknya harus ada wakil rakyat asli pulau Belitong duduk di Senayan yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tahun 2024.

A. Rani Rasyid menilai bahwa saat ini pulau Belitong membutuhkan perwakilan di DPR yang dapat efektif berinteraksi dengan pusat pemerintahan.

“Memang, banyak isu penting yang perlu ditangani di tingkat pusat untuk kemajuan daerah kita jika kita memiliki perwakilan di DPR RI,” ungkapnya dengan tegas.

Ia menyoroti selama ini peran yang banyak dan telah dimainkan hanya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam memperjuangkan aspirasi daerah, tetapi memang dirinya mencatat bahwa kewenangan DPD sangat terbatas. Namun, jika Belitung memiliki perwakilan di DPR RI, kewenangan mereka akan lebih luas dan mereka dapat lebih efektif membantu mewujudkan aspirasi masyarakat.

Dalam hal ini, A. Rani Rasyid melihat belum tahu pasti peran tiga anggota DPR RI yang saat ini mewakili  Belitung, terutama sekali dalam aspirasi semisal konflik sawit di Membalong atau masalah lainnya yang tergambar saat ini.

“Entahlah, jika masalah daerah bisa diatasi dengan bantuan pusat, maka tidak akan menjadi masalah besar. Contohnya, kita dapat merujuk pada konflik sawit di Membalong, yang terlihat baru Senator Babel Ir. H. Darmansyah Husein dari DPD RI yang kini memperjuangkan nasib masyarakat Membalong terkait konflik sawit. Namun, menurut pengetahuan saya, DPR RI belum diketahui pasti kiprahnya menunjukkan pergerakan yang cukup jelas terkait masalah ini, dan peran mereka juga seharusnya lebih besar dalam menangani konflik sawit ini,” katanya.

Karena itu, A. Rani Rasyid mendorong masyarakat Belitong untuk bersatu dalam upaya mereka untuk mendapatkan setidaknya ada wakil rakyat Belitung yang akan mewakili mereka di Senayan.

“Paling tidak, kita harus bersama-sama menjalankan misi ini agar setidaknya harus¬† ada wakil rakyat Belitong dapat duduk di DPR RI pada Pemilu 2024,” tutupnya dengan harapan besar.*