Home / Bangka Belitung / Sarasehan Perjuangan IV di Teluk Gembira (Belantu) Angkat Soal Infrastruktur dan Destinasi Wisata Baru di Wilayah Belitung Selatan.
IMG_20221203_113202

Sarasehan Perjuangan IV di Teluk Gembira (Belantu) Angkat Soal Infrastruktur dan Destinasi Wisata Baru di Wilayah Belitung Selatan.

Bagikan :

MEMBALONG: Sarasehan perjuangan IV di Teluk Gembira (Belantu) Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Sabtu, 3 Desember 2022 yang bertempat di Rindu Kampong Resto Pantai Wisata Teluk Gembira,,Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Acara kegiatan ini dihadiri Kadin Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belitung Paryanta S.Pd.,S.IP.,M.Si, Kadin Lingkungan Hidup Yasa S.P M.IL, Kadin Pariwisata Belitung Annyta,SP, M.IL,  Staf Kecamatan Membalong Zuhari,  Kapolsek Membalong AKP Gilang Indra F.R, SIK, Manager Arum Dalu, Staf DPD RI Nopriansyah, Tokoh Presidium Perjuangan Babel  Wilayah Belitung terdiri Ruspandi, Ramli Matsum, H. Suhadi Hasan, Zainal Arifin (Momon), Muhamad Idrus (Bakak), Tokoh Masyarakat Hani Denan, Mantan Kadin Kesehatan Kabupaten Belitung dr Suhandri,  Ketua Panitia dan sekaligus anggota forum presidium babel wilayah Belitung Rizali Abusama, Ketua LPM dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Kades dan perwakilan kades se-Kecamatan Membalong, Kasi kesejahteraan dari Kecamatan membalong, perwakilan mahasiswa Poltek Belitung.

IMG_20221203_113359

Acara ini menghadirkan nara sumber diantaranya Pj. Gubernur Bangka Belitung, Bupati Belitung, Anggota DPD RI bapak Ir. H. Darmansyah Husein, Anggota DPR RI bapak Bambang Pati Jaya, Gubernur ke 4 Babel bapak H. Rustam Efendi, Tokoh Masyarakat Belitung bapak H. Muhtar Motong dan salah seorang anggota Apdesi bapak Edyar, S.H.

Namun saat acara, panitia memberikan penjelasan bahwa sejumlah narasumber berhalangan hadir. Diantaranya PJ Gubernur Babel Ridwan Djamaludin, Ir. H.Darmansyah Husein, Rustam Effendi dan Bupati Belitung. Sedangkan narasumber lainnya hadir seperti H. Muchtar dan Edyar.

Dalam penjelasan pihak panitia Rizali Abusama bersama H. Hasyimi Usman ungkapkan bahwa beberapa narasumber tidak hadir lantaran ada kegiatan secara bersamaan.

“Pj gubernur berhalangam hadir. Pak Darmansyah lagi memimpin acara rapat dan kegiatan DPD. Pak Bambang Patijaya berhalangan hadir karena ada acara di Pangkal Pinang. Pak Rustam juga tidak hadir karena tugas di kalimantan. Sedangkan pak Bupati Belitung diwakilkan Kadin Pariwisata, Belitung” katanya.

Sementara itu, dikonfirmasi media ini, Ir. H. Darmansyah Husein sampaikan ketidakhadiran pada acara sarasehan ini karena sebagai unsur pimpinan komite 1 DPD RI yang tidak bisa diwakilkan dalam kegiatan Komite 1 DPD RI. Memimpin sidang

“Mohon maaf tidak bisa hadir karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan. Meski tak hadir, saya ucapkan selamat digelar saresehan semoga nantinya saraserahan ini berdampak dalam rangka pengembangan insfrakstruktur dan destinasi wisata di kawasan Belitung Selatan,” katanya.

Untuk diketahui, seperti disampaikan pihak panitia bahwa latar belakang digelar kegiatan ini adalah sebagai informasi bahwa Belitung Selatan adalah bagian dari Kabupaten Belitung, pada abad ke 16 ditunjuk Datuk Ahmad atau Datuk Mempawah dari Pontianak sebagai Ngabehi Belantu Pertama oleh Raja Belitong Depati Cakradiningrat IV Kiahi Agus Bastam (Bustam), sebagian wilayah Ngabehi Belantu adalah Kecamatan Membalong sekarang ini.

Wilayahnya sangat luas (dikemudian hari nanti bisa berkembang menjadi 4 Kecamatan atau satu Kabupaten), sebagian besar daerahnya cocok untuk perkebunan, perikanan dan pertambangan, baik tambang pasir maupun tambang pasir timah, sebagai mata pencarian masyarakat yang selama ini sudah berjalan.

Sejalan dengan perkembangan waktu, sekarang lagi demam pariwisata, termasuk di Belitung Selatan karena banyaknya lokasi yang bisa menjadi destinasi wisata, Pemda Kabupaten Belitung sudah mencanangkan setiap desa memiliki satu destinasi wisata unggulan.

Ketika orang belum banyak mengenal pariwisata, justru di Belitung Selatan sudah banyak orang yg berkunjung, misalnya pantai Teluk Gembira atau Pulau Seliu, khususnya pada saat momentum lebaran. Ada istilah jika belum « PELISIR » ke pantai Teluk Gembira atau ke pulau Seliu, belum selesai lebaran, artinya pantai ini sangat penomenal, yang berkunjug bukan hanya masyarakat Belantu saja namun dari seluruh penjuru pulau Belitung termasuk dari Manggar, Gantung, Kelapa Kampit dan masyaraka perantauan.

Daerah lain belum banyak yang dikenal seperti pulau pasir, pulau burung, bukit paramun, pulau lengkuas namun sekarang ini sudah menjadi 7 (tujuh) daerah tujuan wisata pavorit di Belitung (persi pelaku pariwisata), sedangkan di Belantu Belitung Selatan belum tersentuh, karena sarana jalan masih jelek pada saat itu (bisa berjam-jam), namun sekarang sarana jalan sudah bagus kurang dari satu jam, milyaran dana APBD provinsi Kepulauan Bangka Belitung dihabiskan hanya untuk membangun pelebaran jalan, tetapi belum dimaksimalkan untuk pengembangan ekonomi kerakyatan khususnya dibidang pariwisata.

Sebab itu, acara kegiatan ini diharapkan agar Belitung Selatan mendapat perhatian, bukan hanya oleh Pemerintah Daerah namun semua kalangan stekholder baik pemerintah, swasta/pelaku investasi, pelaku pariwisata dan masyarakat luas untuk saling bahu membahu mencurahkan segala kemampuan dan pemikiran guna membuat terobosan dan program nyata yang dapat menghidupkan atau menggairahkan pariwisata di Belitung Selatan.

Semua orang tahu bahwa pariwisata akan menjadi lokomotif perekonomian pasca timah di Belitung, UMKM akan bergerak dinamis, tempat-tempat wisata akan dikunjungi, dunia hiburan akan menggeliat, usaha-usaha primer dan industri perikanan dan kelautan yang berbasis wisata akan tumbuh dan berkembang, tidak hanya mengandalkan perikanan tangkap, tetapi beralih ke sektor jasa seperti di Tanjung Kelayang, Tanjung Binga dan lain-lain.

IMG_20221203_113416

Kita sangat mengerti bahwa setiap tahun pemerintahan desa mendapatkan alokasi dana desa, namun sangat terbatas, belum lagi harus diakselarasikan dengan rencana pembangunan jangka pendek, pembangunan jangka menengah dan pembangunan jangka panjang, semua sudah direncanakan melalui Musrenbang disemua tingkatan, maksudnya melalui sarasehan kita ingin melibatkan peran serta masyarakat luas dengan program pemberdayaan, sebagai langkah awal untuk menunjukkan kesungguhan akan kita canangkan tahun 2023 sebagai Tahun Kunjungan Wisata Belantu. Sebagai langkah antisipasi menghadapi tahun politik dan kemungkinan krisis dunia.*