TANJUNGPANDAN – Sore itu, Kamis 23 Juli 2026, Lapangan Masda di Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, bukan hanya menjadi tempat latihan sepak bola. Di bawah langit yang mulai teduh, lapangan tersebut menjadi ruang berbagi harapan antara para pegiat olahraga dan seorang calon kepala desa yang ingin mendengar langsung suara masyarakat.
Calon Kepala Desa Air Raya, Saryadi, melakukan silaturahmi dengan jajaran pengurus dan anggota Air Raya United/ Poraya pada Kamis (23/7/2026). Kedatangannya disambut hangat oleh Ketua Air Raya United/Poraya Heru, bersama para pengurus dan pemain dalam suasana penuh keakraban.
Alih-alih datang dengan kelakar santai, Saryadi memilih duduk bersama para pengurus untuk mendengarkan cerita tentang perjalanan sepak bola di Air Raya. Ia mengaku ingin mengetahui lebih dekat kondisi dan tantangan yang dihadapi para pecinta olahraga di desanya.
Bagi Heru dan rekan-rekannya, sepak bola bukan sekadar permainan. Olahraga ini menyimpan kenangan panjang tentang masa kejayaan Air Raya. Pada era 1980-an, nama Poraya dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola yang diperhitungkan di tingkat Kabupaten Belitung. Kini, mereka berharap kejayaan itu dapat kembali terwujud.
“Kami ingin sepak bola Air Raya hidup kembali seperti dulu. Untuk itu dibutuhkan keseriusan semua pihak. Kami masih membutuhkan dukungan, terutama perlengkapan olahraga seperti bola dan kebutuhan latihan lainnya agar pembinaan pemain bisa berjalan lebih baik,” ujar Heru.
Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat para pemain muda tetap menyala. Mereka rutin berlatih dengan harapan suatu hari nanti mampu membawa nama Air Raya kembali bersaing di berbagai turnamen.
Mendengar berbagai aspirasi tersebut, Saryadi menyampaikan apresiasinya kepada para pengurus dan anggota Poraya United yang tetap konsisten menjaga semangat olahraga di tengah berbagai keterbatasan.
Menurutnya, masukan dari masyarakat, khususnya para pelaku olahraga, menjadi bekal penting dalam merumuskan langkah-langkah pengembangan desa ke depan.
“Aspirasi yang disampaikan hari ini menjadi masukan yang sangat berharga. Semoga ke depan olahraga, khususnya sepak bola di Desa Air Raya, dapat berkembang lebih baik dan menjadi wadah positif bagi generasi muda,” kata Saryadi.
Silaturahmi sederhana itu berakhir tanpa seremoni mewah. Namun, percakapan di pinggir lapangan meninggalkan harapan besar bahwa sepak bola Air Raya bukan hanya tentang mengejar kemenangan di lapangan hijau, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan, membangun karakter generasi muda, dan menghidupkan kembali kebanggaan desa yang pernah berjaya.*











