Home / Bangka Belitung / Secerah Langit, Harapan Warga Belitung Untuk Status Internasional

Secerah Langit, Harapan Warga Belitung Untuk Status Internasional

Bagikan :

TANJUNGPANDAN: Langit Belitung terlihat cerah sepagi itu, di pekan kedua September 2017. Setidaknya, dengan sepagi yang cerah itu menandakan kondisi aman untuk penerbangan dengan jarak pandang yang sangat baik.

Rupanya langit Belitung pada hari Minggu, tepatnya 10 September 2017, lalu pun sedang ikut berbahagia lantaran di hari itu ada peristiwa fenomental bagi Belitung, yang merupakan landing (pendaratan) pertama kali penerbangan internasional pertama di Pulau Belitung.

Nurul Rokhim

Tidak nampak kesibukan yang berlebihan, sepertinya petugas di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin sudah piawai dengan penerbangan internasional.

Hingga tak berlebihan, tepatnya, pukul 09.44 WIB maskapai penerbangan Sriwijaya Air berhasil mendaratkan burung besi di Bandara HAS Hanandjoedin Tanjungpandan di Belitung.

Tentu saja, banyak ragam pandangan masyarakat Belitung mengenai peristiwa yang bersejarah ini.

Adalah Lia Arisanti berprofesi sebagai Bidan. Sosok wanita yang berparas cantik ini menyatakan kegembiraan saat dengan pendaratan dan penerbangan pertama tersebut.
Dirinya memang berharap Belitung nantinya bisa menjadi bandara Internasional segera beroperasi. Meskipun tidak bisa menyaksikan pendaratan pertama, lantaran bertugas di Poskesdes Desa Pulau. Gersik , Kecamatan Selat Nasik, namun kabar tersebut didapatnya dari aplikasi trawang news pada tanggal 10 September 2017 akan ada penerbangan internasional.

“Walau sekarang kamek tugas de pulau ngelaksanakan amanat, kamek gembira ngendengare. Nyaman men nak ngelanjutkan sekulah di Malaysia, la dapat langsung (Meskipum sekarang kami sedang berada di Pulau menjalankan tugas, kami merasa gembira mendengarnya. Nyaman kalau ingin melanjutkan studi di negeri Jiran Malaysia, sudah bisa (penerbangan-red) langsung, ” ungkapnya.

Lia juga berharap dengan adanya penerbangan pertama ini tentunya akan berlanjut ke penerbangan regular nantinya.”Semoga segera ada penerbangan rutin,” ungkap Lia.

Lain lagi cerita Nurul Rokhim staff Sriwijya Air Tanjungpandan. Ia mengungkapkan rasa syukur dan bangganya karena dapat menjalakan tugas dengan baik.

“Alhamdulillah, saya turut bangga dan bahagia dengan adanya penerbangan ini” ungkap Rokhim kepada Kontributor Trawang News, karena saya bisa menjadi bagian dari saksi sejarah pendaratan dan penerbangan pertama ini.

Pastinya ini kata Rokhim, tidak mungkin dirasakan staff Sriwijaya Air lainnya yang bertugas di Seluruh Wilayah Indonesia.

“Karena Belitung ini adalah sudah menjadi bagian hidup saya,” ungkap Rokhim.
Sekata dengan Lia, Rokhim juga berharap penerbangan internasional pertama ini bisa regular, Amin.*Liputan Andriyansah, Kontributor Trawang News untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewah Yogyakarta.