Sejumlah Dukun Kampong Bertemu di Rumah Adat Belitung: Ini Inti Pertemuan

Diharapkan nantinya melalui pembentukan organisasi tersebut, para dukun kampong berharap dapat memperkuat peran mereka dalam menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama berkembang di Kabupaten Belitung

TANJUNGPANDAN – Sejumlah dukun dari berbagai wilayah di Kabupaten Belitung menggelar pertemuan di Rumah Adat Belitung, Rabu (3/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas berbagai persoalan dan agenda yang berkaitan dengan keberadaan dukun kampong di daerah itu.

Acara tersebut dihadiri sejumlah dukun dari berbagai wilayah, di antaranya Darmo dari Air Raya, Fadhil Jamali dari Sungai Samak, Sanusi dari Air Merbau, Abdullah dari Paal Satu, Nasri dari Pangkallalang, serta Haryadi dari Batu Itam.

Salah seorang peserta pertemuan, Darmo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antardukun di Belitung sekaligus menjadi wadah untuk bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan yang berkembang saat ini.

“Pertemuan ini merupakan ajang silaturahmi antar dukun di Belitung. Selain itu, kami juga membahas berbagai persoalan terkini yang berkaitan dengan keberadaan dan peran dukun kampong di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Darmo, salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah persiapan pembentukan organisasi dukun kampong Kabupaten Belitung. Organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi, koordinasi, serta pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang selama ini dijalankan oleh para dukun kampong.

Ia menambahkan, hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui rapat lanjutan yang direncanakan berlangsung pada 9 Juni 2026.

“Rapat berikutnya direncanakan dilaksanakan pada 9 Juni 2026 di ruang rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung untuk membahas lebih lanjut pembentukan organisasi ini,” kata Darmo.

Diharapkan nantinya melalui pembentukan organisasi tersebut, para dukun kampong berharap dapat memperkuat peran mereka dalam menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama berkembang di Kabupaten Belitung.*