Tiga Santriwati Beltim Ukir Sejarah, Tembus MTQ Nasional XXXI di Semarang
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month Rabu, 9 Sep 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGAR — Tiga santriwati asal Belitung Timur (Beltim) akan membawa nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
Mereka adalah Adinda (17), Feby Dwi Aulia (16), dan Nadifha Sepira Ramadani (16) dari TPA Al Marhamah. Ketiganya mencatat sejarah sebagai tim Syarhil Al-Qur’an pertama asal Belitung Timur yang berhasil menembus ajang MTQ tingkat nasional.
Adinda dan Feby merupakan siswi SMK Negeri 1 Manggar. Dalam tim, Adinda bertugas sebagai pensyarah, sedangkan Feby sebagai sari tilawah. Sementara Nadifha, siswi SMA Negeri 1 Manggar, bertugas sebagai qariah.
Perjalanan ketiganya menuju tingkat nasional diawali dengan keberhasilan meraih juara pertama MTQ tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diikuti tujuh kabupaten/kota.
Setelah itu, mereka kembali menjalani proses seleksi bersama peraih peringkat kedua untuk menentukan wakil Babel pada MTQ Nasional. Dari proses seleksi tersebut, ketiganya akhirnya dipercaya mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Bagi Adinda, kesempatan tampil di tingkat nasional menjadi pengalaman perdana yang menghadirkan rasa bangga sekaligus gugup.
“Rasanya pastinya deg-degan karena ini juga kami pertama kali untuk ikut ke nasional,” kata Adinda.
Meski menghadapi rasa gugup, persiapan terus dimatangkan. Tim telah mengikuti dua kali training center bersama pelatih provinsi. Latihan kemudian dilanjutkan secara daring maupun mandiri.
Ketiganya juga rutin berlatih bersama di TPA Al Marhamah maupun di rumah salah satu anggota tim.
“Insya Allah kami bertiga memberikan dakwah yang terbaik, memberikan prestasi yang terbaik juga buat Belitung Timur karena ini juga pengalaman pertama,” ujar Adinda.
Pemkab Beltim Beri Dukungan
Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan kepada ketiga peserta melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para peserta agar mampu tampil maksimal di tingkat nasional.
“Semua orang tetap ingin juara. Tapi, di balik juara itu, kita minta sportivitas. Kemudian, tampil itu benar-benar maksimal nantinya, memberikan yang terbaiklah untuk Provinsi dan Kabupaten Belitung Timur tentunya,” ujar Khairil.
Khairil berharap keberangkatan ketiga santriwati tersebut tidak sekadar menjadi momentum untuk mengejar prestasi, tetapi juga dapat membuka peluang lahirnya lebih banyak generasi muda Beltim yang berprestasi di bidang Al-Qur’an.
“Semoga prestasi mereka nanti bisa memotivasi adik-adik yang lain untuk ikut berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Empat Materi Disiapkan untuk Lomba
Pembimbing tim, Ustadz Nurul Adly, menjelaskan bahwa setelah menjadi juara pertama tingkat provinsi, Adinda, Feby, dan Nadifha kembali mengikuti proses seleksi bersama peserta yang meraih peringkat kedua.
“Mendekati beberapa bulan, sekitar dua bulan lalu, peringkat satu dan peringkat dua provinsi itu diseleksi kembali sampai akhirnya mereka yang terpilih untuk ke nasional,” ujarnya.
Menurut Nurul Adly, pencapaian tersebut menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Belitung Timur. Pasalnya, Beltim untuk pertama kalinya berhasil meraih juara pertama tingkat provinsi sekaligus mengirimkan wakil pada cabang Syarhil Al-Qur’an ke tingkat nasional.
“Untuk Belitung Timur khususnya memang perdana. Yang juara satu di provinsi pun perdana dan yang terpilih nasional juga,” katanya.

Menghadapi persaingan di tingkat nasional, tim tidak hanya mempersiapkan satu materi. Mereka harus menguasai empat judul syarhil yang telah dipersiapkan.
Salah satu dari empat judul tersebut nantinya akan ditentukan melalui pengundian sekitar 24 jam sebelum penampilan. Karena itu, ketiganya dituntut menguasai seluruh materi dan mampu tampil secara kompak sesuai peran masing-masing.
Format perlombaan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Pensyarah, sari tilawah, dan qariah harus saling mendukung agar penampilan tim berjalan maksimal.
Nurul Adly mengatakan persiapan terus dilakukan hingga menjelang hari pelaksanaan. Selain penguasaan materi dan kekompakan, kesiapan mental menjadi perhatian penting.
Ia menilai dukungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur turut memberikan motivasi bagi ketiga peserta, terutama menjelang hari penampilan.
“Anak-anak termotivasi karena didukung oleh pemerintah daerah. Paling tidak mendekati hari H penampilan ini, tinggal sekitar tiga empat hari lagi, mentalnya semakin dikuatkan,” pungkasnya.
Keberangkatan Adinda, Feby, dan Nadifha menjadi momentum bersejarah bagi Belitung Timur. Mereka tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga menjadi representasi generasi muda Beltim yang berani tampil dan berprestasi di panggung nasional melalui seni dan syiar Al-Qur’an.*Sumber: Diskominfo SP Belitung Timur
- person
- visibility 114
- forum 0