Tokoh Lintas Agama di Kabupaten Belitung Bersatu, Dukung H. AS Hanandjoeddin Menjadi Pahlawan Nasional 2026

TANJUNGPANDAN – Semangat kebersamaan lintas agama menguat di Kabupaten Belitung. Tokoh-tokoh agama dari berbagai latar belakang secara tegas menyatakan dukungan terhadap pengusulan kembali Letkol Pas (Purn) H. AS Hanandjoeddin sebagai Pahlawan Nasional tahun 2026.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Belitung, Drs. Huniyadi Bellia, menegaskan dukungan penuh MUI bersama ormas-ormas Islam di Belitung. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan penyerahan dukungan tertulis yang digelar di Kantor DSPPPA Kabupaten Belitung, Sabtu.
“Pengusulan kembali ini adalah bentuk penghargaan atas jasa besar beliau bagi bangsa, khususnya Belitung,” ujarnya.

Dukungan lintas iman juga datang dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Belitung. Ketua PHDI, I Wayan Sutha, menilai AS Hanandjoeddin layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena kiprah dan keteladanannya yang melampaui sekat agama dan golongan.

Senada, Ketua PGID Belitung, Pdt Berilos Pangabean, menyampaikan seluruh komponen gereja di Belitung mendukung penuh pengusulan tersebut. Ia berharap proses pengajuan dapat berjalan lancar hingga penetapan.

Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Belitung, Bakrie Hauriansyah, menyampaikan bahwa dukungan terhadap pengusulan kembali H.AS, Hanandjoddin atau yang akrab disapa Pak Long sebagai Pahlawan Nasional tahun 2026 semakin menguat dan meluas.

Ia menjelaskan, dari masing-masing organisasi yang hadir, terdapat anak-anak organisasi dengan jumlah anggota mencapai belasan hingga puluhan orang. Seluruhnya, kata Bakri, menyatakan kesediaan dan kesiapan untuk memberikan pernyataan dukungan terhadap pengusulan kembali Haji Aishanan Judin sebagai Pahlawan Nasional.

Bakrie juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukanlah akhir dari proses komunikasi dan koordinasi antar pihak yang terlibat. Menurutnya, dialog dan kerja sama akan terus dilakukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang masih dibutuhkan dalam proses pengusulan.

“Terima kasih kepada semuanya yang sudah hadir, yang telah memberikan dukungan, masukan, dan ikut memperkuat upaya kita demi keberhasilan Bapak Haji Aishanan Judin menjadi Pahlawan Nasional tahun 2026,” tutup Bakrie.