TANJUNGPANDAN – Tradisi adat Beruah Desa Perawas kembali digelar pada Kamis, 5 Februari 2026, di Rumah Adat Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan. Kegiatan tahunan yang memasuki tahun keempat ini menjadi momentum spiritual sekaligus upaya pelestarian adat budaya Melayu Belitong yang sarat nilai religius dan kebersamaan.
Acara dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Belitung Bidang Administrasi Umum Fedy Molanda, mewakili Bupati Belitung Djoni Alamsyah. Hadir pula Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitong Achmad Hamzah, Kepala Desa Perawas Yahya, SE, Ketua LAM Desa Perawas Adriadi, unsur OPD terkait, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Perawas Yahya, SE, menyampaikan bahwa tradisi Beruah rutin digelar untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan gotong royong, serta mengangkat kearifan lokal Desa Perawas sebagai bagian dari identitas adat Melayu Belitong.
Sementara itu, staf ahli Bupati Bidang Administrasi Umum Fedy Molanda yang hadir mewakili Bupati Belitung menuturkan bahwa kegiatan Beruah tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menyampaikan berbagai informasi dan aspirasi.
Ketua Lembaga Adat Melayu Belitung Achmad Hamzah menambahkan, tradisi ruwahan ini penting untuk menghidupkan semangat gotong royong dan kebersamaan, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan diisi dengan sambutan, pembacaan syair “Do’a Masyarakat Desaku”, pembacaan makna Tradisi Beruah, prosesi doa bersama, hingga ditutup dengan ramah tamah dan Makan Bedulang sebagai wujud rasa syukur dan penguatan ikatan sosial warga.
Tradisi Beruah menjadi simbol persatuan, doa bersama, serta harapan akan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Perawas.*


















