130 Tahun Pemerintahan Pulau Seliu Diperingati Meriah
- Bangka Belitung
- calendar_month Rabu, 29 Jul 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MEMBALONG – Suasana penuh sukacita menyelimuti masyarakat Pulau Seliu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, pada Rabu (29/7/2026). Warga memperingati 130 tahun berdirinya sistem pemerintahan di Pulau Seliu, sebuah tonggak sejarah yang dimulai sejak dilantiknya Datuk KA H. Mahmud bin M. Ali sebagai Mandor Desa Pulau Seliu oleh pemerintah saat itu di Pangkal Pinang.
Peringatan bersejarah tersebut dikemas dalam berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian acara meliputi ziarah rombongan, cerdas cermat kebangsaan, jalan santai keluarga, lomba karaoke, sepeda hias, lomba outbound, pertandingan gaple antar-RT, hingga hiburan rakyat.
Acara puncak dimeriahkan dengan penampilan seni budaya, seperti Sendratari Raja Berekor, Tari Kain, Tari Nusantara, serta Tari Asal Usul Pulau Seliu yang menggambarkan kekayaan sejarah dan budaya daerah.

Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, memohon kelancaran, keselamatan, dan keberkahan seluruh rangkaian acara.
Sambutan Bupati Belitung yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati, Roni Setiawan, M.Si, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan persatuan masyarakat, terutama menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
“Kita semua harus bekerja keras dan bekerja dengan ikhlas. Tugas besar sudah ada di depan mata dan harus kita lalui bersama dengan baik serta sukses,” ujar Roni membacakan sambutan Bupati.
Acara tersebut turut dihadiri Ibu Bupati Belitung, Ny. Hj. Hastari Wardianti, S.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung Tomi Wardiansyah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Belitung, Septi Angriani, Kepala Dinas KUMPTK Belitung Annyta, anggota DPRD Belitung Willyanto, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Ketua Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun ke-130 Pemerintahan Pulau Seliu, Sukir, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan bersejarah ini sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan serta membangun semangat kebersamaan dalam memajukan desa.

Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat Pulau Seliu. Selain itu, menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai program dan kegiatan desa agar ke depan semakin baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Sukir, keberhasilan penyelenggaraan peringatan HUT Pulau Seliu tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan setiap rangkaian acara.
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Pulau Seliu, Edyar, S.H., menyampaikan refleksi menjelang berakhirnya masa jabatannya. Ia mengaku telah berupaya maksimal membangun desa melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Selama menjabat, kami telah berusaha melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dengan segala kemampuan yang ada. Apabila hasilnya masih belum memenuhi harapan semua pihak, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Namun saya yakin telah meletakkan pondasi yang baik bagi kemajuan Pulau Seliu, khususnya di bidang kemaritiman, perikanan, pendidikan, perkebunan, dan kebudayaan,” ungkap Edyar.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah, Padila Sobri, mengajak masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan sumber daya manusia di Pulau Seliu.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan kedaulatan wilayah kepulauan.
“Sejarah Pulau Seliu harus terus diperdalam dan diwariskan kepada generasi muda. Lingkungan dan laut harus dijaga, jangan sampai rusak. Pulau Seliu harus tetap menjadi milik bangsa ini dan tidak boleh lepas ke pihak asing. Diperlukan koordinasi dengan seluruh pihak yang berkepentingan untuk menjaga potensi daerah,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Padila Sobri juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan rekomendasi beasiswa kepada tiga putra-putri asli Pulau Seliu yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Peringatan 130 tahun pemerintahan Pulau Seliu tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, melestarikan sejarah, serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan Pulau Seliu yang lebih maju dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.*
- person
- visibility 32
- forum 0