Dinsos PPPA Beltim Sambut Kolaborasi Bapas Tgpandan Dorong Klien Pemasyarakatan Kembali Produktif
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 59 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGAR — Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu Klien Pemasyarakatan menjalani proses pembimbingan hingga kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan melalui Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
Penguatan kolaborasi tersebut dilakukan melalui sosialisasi Kelayan Binter yang berlangsung di Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Beltim, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat. Hadir dalam kegiatan itu jajaran Pemerintah Kabupaten Beltim, Klien Pemasyarakatan, serta masyarakat penerima manfaat.
Melalui Kelayan Binter, Bapas mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam proses pembimbingan, pengawasan, pemberdayaan, hingga reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.
Kepala Bapas Kelas II Tanjungpandan, Muhamad Irfani, mengatakan proses reintegrasi sosial tidak mungkin dilakukan Bapas seorang diri. Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar Klien Pemasyarakatan dapat menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif.
«“Kelayan Binter menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi Bapas dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam memberikan dukungan kepada Klien Pemasyarakatan. Bapas tidak dapat bekerja sendiri,” ujar Irfani.»
Wajib Lapor dan Ikuti Pembimbingan
Irfani menjelaskan, Klien Pemasyarakatan tetap memiliki sejumlah kewajiban selama menjalani program integrasi. Salah satunya adalah wajib lapor dan mengikuti pembimbingan yang telah ditetapkan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK).
Pertemuan dengan PK menjadi bagian penting untuk memantau perkembangan klien, mengidentifikasi kebutuhan pembimbingan, sekaligus memberikan arahan sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Melalui pertemuan dengan PK, perkembangan Klien dapat dipantau, kebutuhan pembimbingan dapat diidentifikasi, dan arahan dapat diberikan sesuai kondisi Klien. Karena itu, kami mengajak seluruh Klien untuk menjaga kepatuhan dan mengikuti proses pembimbingan secara konsisten,” jelasnya.
Menurut Irfani, kepatuhan klien perlu diiringi dengan dukungan lingkungan sosial yang kondusif. Dalam konteks tersebut, Kelayan Binter diharapkan menjadi ruang koordinasi untuk mempertemukan kebutuhan klien dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi maupun sumber daya yang sesuai.
Pemerintah dan Masyarakat Punya Peran Penting
Irfani berharap keberadaan Kelayan Binter di Belitung Timur tidak sekadar menjadi forum koordinasi, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi Klien Pemasyarakatan dan masyarakat.
“Kami berharap Kelayan Binter di Belitung Timur dapat menjadi ruang kolaborasi yang memberikan manfaat nyata. Ketika pemerintah daerah dan masyarakat ikut memberikan dukungan, Klien akan memiliki lingkungan yang lebih kondusif untuk menjalani proses reintegrasi dan membangun kehidupan yang mandiri serta produktif,” tambahnya.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk mengurangi stigma terhadap Klien Pemasyarakatan sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk kembali berkontribusi di lingkungan sosial.
Dinsos PPPA Beltim Sambut Baik Kolaborasi
Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Beltim, Ronny Setiawan, menyambut baik kolaborasi yang dibangun bersama Bapas Kelas II Tanjungpandan.
Menurutnya, Kelayan Binter dapat menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam memberikan dukungan kepada Klien Pemasyarakatan agar mampu beradaptasi dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Bapas Tanjungpandan. Kelayan Binter dapat menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung Klien Pemasyarakatan agar dapat beradaptasi dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” kata Ronny.
.
Selain penguatan layanan bagi Klien Pemasyarakatan, Ronny juga mengapresiasi kepedulian Bapas Tanjungpandan terhadap masyarakat Beltim melalui penyaluran bantuan sosial.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapas Tanjungpandan atas kepeduliannya kepada masyarakat Belitung Timur. Bantuan sosial ini tentu memberikan manfaat bagi masyarakat penerima,” tuturnya.
Sinergi antara Dinsos PPPA Kabupaten Beltim dan Bapas Kelas II Tanjungpandan diharapkan terus diperkuat, terutama dalam mendukung layanan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta proses pembimbingan Klien Pemasyarakatan.
Melalui Kelayan Binter, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung, sehingga Klien Pemasyarakatan tidak hanya mampu kembali ke tengah masyarakat, tetapi juga dapat bangkit, mandiri, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.*sumber: Diskominfo-sp-Beltim
- person
- visibility 22
- forum 0