Home / Bangka Belitung / 30 IKM Pangan di Kecamatan Sijuk Ikuti Pelatihan GMP & HACCP
IMG_20220621_100456

30 IKM Pangan di Kecamatan Sijuk Ikuti Pelatihan GMP & HACCP

Bagikan :

SIJUK: Sebanyak 30 IKM (industri kecil menengah) Ikuti pelatihan GMP ( Good Manufacturing Practice) dan HACCP ( Hazard Analysis and Critical Control Point) untuk angkatan 1, yang bertempat di Swiss Bell Hotel, sejak tanggal 20 hingga 24 juni 2022.

Acara ini dibuka Kadin DPMPTSPP ( Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perindustrian) Kab. Belitung Nurman Sunanda, SE, yang dihadiri Kabid Industri Syahrul Bayumi, SIP serta pejabat Fungsional dilingkungan DPMPTSPP Kab.Belitung.

IMG_20220621_100559

Adapun penyelenggara kegiatan ini adalah DPMPTSPP Kab.Belitung yang menghadirkan narasumber Dede Saputra, S.Pi MSi dan M Syauqi Husin S.I.A yang merupakan assesor bidang food safety dan sertifikasi keamanan mutu pangan KAN RI.
Kadin DPMPTSPP Kab.Belitung Nurman Sunanda, SE sampaikan bahwa semakin maju dan berkembangnya zaman maka akan mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam memilih produk, termasuk juga didalamnya produk olahan pangan. Untuk itu katanya sangat dibutuhkan seperti pelatihan GMP ( Good Manufacturing Ptactice) dan HACCP ( Hazard Analysis and Critical Control Point) untuk menjawab tantangan tersebut.

Adapun GMP ( Good Manufacturing Ptactice) dan HACCP ( Hazard Analysis and Critical Control Point) merupakan suatu sistem yang digunakan untuk menilai bahaya dan menetapkan sistem pengendalian yang memfokuskan pada pencegahan yang dapat diterapkan pada seluruh mata rantai proses pengolahan produk pangan dari mulai bahan baku sampai produk di konsumsi.

Hal ini tentunya bertujuan untuk meyakinkan konsumen bahwa produk yg diproduksi adalah produk yang aman di konsumsi baik dari sumber bahan baku maupun bahan penolong , aman dari pencemaran fisik, kimia maupun mikrobiologis.

IMG_20220621_100907

Verawati salah satu IKM olahan ikan teri krispi dan pilus yang menjadi peserta pelatihan mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat lebih memahami tentang pentingnya keamanan pangan bagi produk yang saya buat dan tentunya akan lebih mampu berdaya saing apabila telah mampu memahami konsep dan implementasi GMP & HACCP selama proses produksi sampai produk siap di konsumsi oleh konsumen.*(TIM/Fey)