Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » Menyusuri Jejak Dendang: Dari Masa Kerajaan Balok hingga Semangat Pelestarian Budaya Kini

Menyusuri Jejak Dendang: Dari Masa Kerajaan Balok hingga Semangat Pelestarian Budaya Kini

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENDANG – Matahari pagi baru saja menyapa Kecamatan Dendang. Udara terasa segar, dan halaman kantor camat perlahan mulai dipenuhi oleh orang-orang dari berbagai kalangan—tokoh adat, pemuda, pelajar, hingga aparat pemerintah. Di balik suasana sederhana itu, terselip semangat besar: melestarikan jejak sejarah dan budaya Dendang yang telah hidup jauh sebelum wilayah ini resmi menjadi kecamatan.

Pada Selasa, 7 Oktober 2025, pemerintah Kecamatan Dendang menggelar Seminar Adat Budaya dan Kelakar Asal Usul Dendang. Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ia lahir dari kesadaran kolektif masyarakat untuk menggali kembali akar sejarah Dendang sebagai identitas daerah.

Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan Surat Keputusan Camat Dendang Nomor 49 Tahun 2025, hasil dari rapat panitia pelaksana pada 24 September 2025. Sejak pagi, peserta berdatangan dengan antusias. Unsur Forkopimcam, Kapolsek Dendang Diki Zulkarnain, Kepala Desa se-Kecamatan Dendang, Babinsa TNI, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, perwakilan sekolah, dan pelajar—semuanya menyatu dalam ruang yang sama.

Warisan Tak Tergantikan

Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” bergema khidmat sebagai pembuka. Bendera merah putih berkibar, seolah menjadi saksi bisu dari sejarah panjang Dendang yang telah melalui banyak zaman.

Tujuan kegiatan ini jelas: melestarikan nilai-nilai adat dan budaya, mendokumentasikan asal-usul Dendang, memperkuat kebersamaan, dan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal pada generasi muda. Dalam arus globalisasi yang semakin deras, langkah seperti ini menjadi oase yang menyejukkan bagi identitas lokal.

“Kalau kita hanya berpikiran sekilas tentang Dendang, tentu banyak yang menganggap Dendang baru ada sejak pemekaran wilayah berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003. Padahal, jejak peradaban Dendang jauh lebih tua dari itu,”tutur Susiawati, S.IP, Camat Dendang, dalam sambutannya.

Jejak dari Masa Kerajaan Balok

Susiawati mengingatkan bahwa Dendang telah eksis sejak masa peradaban Nusantara, bahkan pada masa kerajaan Balok, dan tercatat dalam peta Belitong tahun 1877/1878. Sejarah ini bukan hanya cerita masa lalu, tapi bukti nyata bahwa Dendang punya akar budaya yang dalam dan kaya makna.

Untuk memperkaya pemahaman, masyarakat akan mendengarkan pemaparan dari budayawan sekaligus penulis buku-buku sejarah Belitung, Salim Yah, S.Pd.Ek. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten menggali sejarah lokal dan menghidupkan kembali cerita-cerita lama yang nyaris terlupakan.

Menumbuhkan Rasa Memiliki

Di sela acara, suasana terasa akrab. Pelajar tampak tekun mencatat, para tokoh adat berbincang hangat, dan para perangkat desa berdiskusi kecil tentang pentingnya pelestarian budaya. Bagi banyak orang, kegiatan ini bukan hanya pertemuan formal—tetapi panggilan hati untuk menjaga warisan yang mereka miliki.

Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat jelas. Bukan sekadar mengenang masa lalu, tapi membangun masa depan dengan pijakan sejarah yang kuat.

Warisan untuk Generasi Mendatang

Ketika acara mendekati akhir, satu hal terasa kuat: Dendang bukan sekadar nama sebuah kecamatan. Ia adalah cerita panjang tentang identitas, peradaban, dan kebanggaan masyarakat Belitung.

Dengan semangat pelestarian yang tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat, Dendang kini melangkah mantap menjaga warisan leluhur—bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi yang akan datang.

Ditemukan! Hari Jadi Kota Dendang Ditetapkan 31 Oktober 1867

Sejarah panjang peradaban Pulau Belitung kembali terungkap. Kota Dendang, yang dikenal sebagai salah satu kota bersejarah di Belitong, akhirnya memiliki tanggal resmi hari jadi. Berdasarkan hasil kajian tim perumus, hari jadi Dendang ditetapkan pada 31 Oktober 1867.

Penetapan ini bukan tanpa dasar. Dalam catatan sejarah dan peta Belitong tahun 1883/1885, nama Dendang telah tercatat sebagai salah satu wilayah penting di masa peradaban Nusantara. Penelusuran ini dilakukan oleh tim perumus hari jadi Dendang bersama budayawan dan penulis sejarah Belitung, Salim Yah, S.Pd.Ek.

“Hari jadi Kota Dendang sebagai jati diri, budaya, dan sejarah berhasil kita rumuskan, yaitu pada 31 Oktober 1867,”ujar Nazirwan S.H., Ketua Tim Perumus Hari Jadi Dendang, kepada wartawan.

Bukti Sejarah yang Kuat

Dalam Seminar Adat dan Budaya Kelakar Asal Usul Dendang, Salim Yah menjelaskan bahwa Distrik Dendang secara resmi dibentuk pada 31 Oktober 1867, dipimpin oleh Ki Agus Saha.

Momentum pengangkatan pemimpin distrik ini menjadi landasan kuat penetapan tanggal hari jadi kota.

“Ketika Ki Agus Saha diangkat menjadi pemimpin distrik, saat itu Dendang telah memiliki pemerintahan sendiri. Dari sinilah kami menyimpulkan bahwa 31 Oktober 1867 merupakan tonggak sejarah berdirinya Dendang,” jelas Salim Yah dalam paparannya.

Jati Diri Dendang untuk Generasi Mendatang

Penetapan tanggal hari jadi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat identitas budaya dan sejarah Dendang di Pulau Belitung. Tim perumus berharap, temuan ini dapat menjadi dasar resmi untuk peringatan tahunan serta pelestarian sejarah lokal.

“Sejarah Dendang akan terus terukir sepanjang peradaban generasi Pulau Belitung,”tambah Salim Yah penuh semangat.

Dengan ditetapkannya 31 Oktober 1867 sebagai hari jadi Dendang, masyarakat kini memiliki momen bersejarah untuk dirayakan setiap tahun—sebagai pengingat asal-usul dan kebanggaan budaya setempat.*

 

  • person
  • visibility 135
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • 278 Pelajar SMA, SMK dan MAN Se-Kabupaten Belitung Terima Beasiswa

    278 Pelajar SMA, SMK dan MAN Se-Kabupaten Belitung Terima Beasiswa

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle sma
    • visibility 44
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Sebanyak 278 pelajar SMA, SMK dan MAN se Kabupaten Belitung menerima beasiswa secara keseluruhannya jumlah dana dikeluarkan sebesar 375.000.000 rupiah, pada hari Jum”at tanggal 15 November 2019, yang bertempat Wisata Kulong Keramik, Tanjungpandan. Acara penyerahan bea siswa ini dihadiri UPT Disdik (Dinas Pendidikan) Babel, Wakil Ketua Baznas Propinsi, Bupati Belitung dan Perwakilan Kantor Kemenag […]

  • INJAB Buka Puasa Bersama santri ponpes Daarul Arofah Desa Keciput dan Ponpes Imam Syafii Desa Sijuk

    INJAB Buka Puasa Bersama santri ponpes Daarul Arofah Desa Keciput dan Ponpes Imam Syafii Desa Sijuk

    • calendar_month Jumat, 11 Agt 2023
    • account_circle sma
    • visibility 113
    • 0Komentar

    SIJUK: Injab Mengadakan buka puasa bersama dengan para santri ponpes Daarul Arofah Desa Keciput dan ponpes Imam syafii Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, pada Kamis 10 Agustus 2023. Acara Kegiatan buka puasa ini dikoordinir oleh Ibu Hj Sri Suryati biasa disapa ibu Cici Bendahara Injab yang diikuti oleh relawan beserta laskar INJAB lainnya dan […]

  • 15 UMKM Belitung Ikuti Belitung Coffee Festival

    15 UMKM Belitung Ikuti Belitung Coffee Festival

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle sma
    • visibility 77
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: 15 UMKM Belitung mengikuti Bazar kuliner pada Belitung coffee Festival yang bertempat di halaman Hotel Golden Tulip Kelurahan parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Acara kegiatan festival ini akan dilaksanakan tiga hari mulai tanggal 18 hingga 20 Agustus 2022 pukul 9.00 sampai jam 21.00 wib dengan tema “Membangun Industri kopi hulu hilir Belitung” Dalam festival […]

  • Sembilan Cabup & Cawabup Sudah Serahkan Misi dan Visi Ke Hanura

    Sembilan Cabup & Cawabup Sudah Serahkan Misi dan Visi Ke Hanura

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2017
    • account_circle sma
    • visibility 37
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Semua calon  bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup)  Belitung yang telah mendaftarkan hingga mengembalikan formulir ke Partai Hanura Belitung sudah menyerahkan dokumen visi dan misi sebagai kelengkapan persyaratan cabup dan cawabup ke Partai Hanura. Ketua Panitia Pendaftaran Partai Hanura Kabupaten Belitung Badia Parulian dihubungi melalui saluran telpon gengam hari ini  kepada trawangnews.com mengungkapkan […]

  • 200 Orang Pendaftar Lomba Mancing Bebulus di Perairan Laut Pegantungan

    200 Orang Pendaftar Lomba Mancing Bebulus di Perairan Laut Pegantungan

    • calendar_month Jumat, 28 Mei 2021
    • account_circle sma
    • visibility 81
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: 200 orang pendaftar lomba mancing bebulus yang berlokasi di kawasan perairan laut pegantungan (Tanjung RU) pada Sabtu 29 Mei 2021. Hal itu disampaikan Kepala Desa Pegantungan Ahid kepada media pagi ini Jumat 28 Mei 2021 “Untuk regestrasi peserta hari terakhir sampai jam 16.00 Wib dari awal pembukaan regestrasi ulang peserta sudah 180 orang yang […]

  • 467 Regu Meriahkan Gerak Jalan Tepat Waktu HUT RI ke-81 di Belitung Timur

    467 Regu Meriahkan Gerak Jalan Tepat Waktu HUT RI ke-81 di Belitung Timur

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle sma
    • visibility 74
    • 0Komentar

    MANGGAR — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berlangsung meriah, aman, dan lancar. Salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat adalah lomba Gerak Jalan Tepat Waktu, yang digelar selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 14–15 Agustus 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah peserta yang ambil […]

expand_less