Baznas Belitung dan DSPPPA Belitung Bantu Pulangkan Lima Pekerja Terlantar ke Sukoharjo
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN — Harapan untuk kembali berkumpul bersama keluarga akhirnya terbuka bagi lima tenaga kerja asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang sempat terlantar di Kabupaten Belitung.
Kelima pria tersebut, yakni Zidan Maulana Iqfa, Gerya Gaesar Setya Pertama, Ega Padhana Putra, Herlambang RKA, dan Ferdian Julianto, sebelumnya berada di Desa Betok Jaya, Kecamatan Karimata. Mereka datang untuk bekerja, namun pekerjaan yang dijanjikan ternyata tidak jelas hingga membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam kondisi tanpa biaya untuk pulang, kelima pekerja tersebut kemudian mendapat perhatian dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kabupaten Belitung.
DSPPPA Belitung selanjutnya meminta dukungan Baznas Kabupaten Belitung untuk membantu biaya pemulangan mereka ke daerah asal.
Gayung bersambut. Baznas Belitung memberikan bantuan masing-masing sebesar Rp800 ribu kepada kelima tenaga kerja tersebut. Bantuan itu diserahkan oleh Amil Penyaluran Baznas Belitung, Eko Wibowo, dan diterima Kepala DSPPPA Kabupaten Belitung, Febriansyah, di Kantor DSPPPA Belitung.
Bagi kelima pekerja tersebut, bantuan itu bukan sekadar uang untuk perjalanan pulang. Bantuan tersebut menjadi jalan untuk mengakhiri masa sulit dan kembali ke Sukoharjo setelah sempat berada dalam situasi serba tidak pasti.
Ketua Baznas Belitung, Firmansyah, berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia meminta kepada perorangan maupun perusahaan yang membawa tenaga kerja dari luar daerah agar bertanggung jawab sepenuhnya terhadap para pekerja yang dibawa ke Belitung.
“Mohon kepada pemberi pekerjaan atau yang membawa rekan-rekan untuk bekerja di Belitung agar bisa bertanggung jawab sepenuhnya. Jangan ditinggalkan begitu saja sehingga menjadi beban pemerintah Belitung dan juga Baznas Belitung,” ujarnya.
Firmansyah juga mengingatkan, persoalan tenaga kerja terlantar tidak boleh dianggap sepele. Ketika kebutuhan hidup tidak terpenuhi dan mereka tidak memiliki jalan untuk kembali ke daerah asal, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan sosial yang lebih besar.
“Mohon dengan baik perorangan maupun perusahaan agar bijaksana ketika ada permasalahan seperti ini. Jangan sampai orang-orang tersebut juga menjadi masalah di Belitung, seperti berbuat hal-hal yang melanggar hukum atau kriminalitas,” katanya.
Sementara itu, Kepala DSPPPA Kabupaten Belitung, Febriansyah, S.STP, menyampaikan apresiasi kepada Baznas Belitung yang telah memberikan dukungan dalam proses pemulangan kelima tenaga kerja tersebut.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang sedang menghadapi persoalan sosial.
Pemulangan lima pekerja asal Sukoharjo ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik mobilitas tenaga kerja antardaerah, ada tanggung jawab yang tidak boleh dilepaskan. Membawa seseorang datang untuk bekerja berarti juga memastikan keselamatan, kejelasan pekerjaan, serta keberadaannya tetap menjadi perhatian hingga persoalan yang dihadapi benar-benar terselesaikan.*
- person
- visibility 30
- forum 0