Setahun Berjuang Melawan Sakit Jantung,Bang Man Kembali Menaruh Harapan Lewat Ikhtiar Ramuan Herbal
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN — Malam-malam panjang pernah menjadi waktu yang paling ditakuti Bang Man. Buruh harian asal Tanjungpandan, Belitung, itu bahkan pernah merasa tubuhnya begitu lemah hanya untuk berjalan beberapa meter.
Rasa sakit datang tanpa banyak tanda. Keringat dingin bercucuran, muntah, hingga tubuh terasa seperti terbakar. Tidur pun tak lagi nyaman. Berbaring ke kiri terasa sakit, sementara berjalan dari kamar menuju kamar mandi saja menjadi pekerjaan berat.
Bag Man, yang selama ini terbiasa bekerja keras sebagai buruh harian dan pekerja bangunan dan tambang, kondisi itu tentu bukan perkara biasa.
“Dia memang rajin bekerja, pekerjaan berat. Salah satunya bekerja timah, kemudian pekerjaan bangunan,” tutur Istri Bang Man, mengenang kondisi suaminya.
Awalnya, mereka mengira sakit yang dialami Bang Man hanya masuk angin atau berkaitan dengan asam lambung. Tak pernah terlintas di benak keluarga bahwa persoalan yang dihadapi ternyata berhubungan dengan jantung.
Namun rasa sakit yang semakin hebat membuat keluarga akhirnya membawa Bang Man lewat pengobatan medis. Lewat pemeriksaan dilakukan. Kabar yang kemudian diterima keluarga sontak membuat istri Bang Man terpukul.
Bang Man mengalami serangan jantung dan terdapat penyempitan pada pembuluh jantung. Bahkan, menurut keterangan yang diterima keluarga, Bang Man harus segera mendapatkan penanganan, besar kemungkinan bisa dipasang ring.
Sempat panik.
Hampir setahun kondisi itu menghantui keluarga. Pengobatan medis tetap dijalani, termasuk kontrol. Namun Bang Man dan keluarganya kemudian mencoba mencari ikhtiar lain.
Pertemuan dengan Bang Fyan, seorang peramu herbal menjadi titik lain dalam perjalanan hidup Bang Man.
Ia kemudian mencoba meminta ramuan herbal kepada Bang Fyan. Ramuan herbal tersebut diminum Bang Man sebagai bagian dari ikhtiar, sementara pengobatan dan kontrol medis tetap dijalani.
Menurutnya, setelah meminum ramuan tersebut, Bang Man mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Ia mengaku merasa lebih nyaman.
“Pertama kali minum, dia bilang badannya terasa nyaman. Karena dia ingin sehat, akhirnya diteruskan,” ujarnya.
Bang Man pun tetap menjalani kontrol ke pengobatan medis, Dalam pemeriksaan berikutnya, keluarga kembali mendapatkan kabar yang membuat mereka lega.
Menurutnya, menyampaikan kondisi jantung Bang Man sudah lebih baik.
Bagi keluarga, pengalaman itu bukan tentang memilih antara pengobatan medis atau ramuan herbal. Yang terpenting adalah terus berusaha mendapatkan kesembuhan dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.
Kini, Bang Man masih berusaha menjalani aktivitas sehari-hari. Pengalaman panjang melewati sakit membuatnya semakin menghargai kesehatan dan kesempatan untuk kembali bekerja.
Ikhtiar, Yakin dan Sehat itu Kuasa Allah
Bang Fyan, peramu ramuan herbal yang memberikan ramuan kepada Bang Man, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menempatkan ramuan sebagai satu-satunya jalan kesembuhan.
Menurutnya, ramuan hanyalah bagian dari ikhtiar manusia. Kesembuhan, kata dia, tetap berada atas izin dan kuasa Allah SWT.
“Yang utama itu bukan ramuan. Kita hanya berikhtiar. Kesembuhan tetap atas izin Allah SWT,” ujarnya.
Baginya, membantu orang yang sedang sakit adalah bentuk kepedulian. Ramuan yang diberikan pun dipandang sebagai salah satu ikhtiar yang menyertai doa.
“Namanya ikhtiar, harus dilandasi doa. Kita berusaha, tetapi kesembuhan itu Allah yang menentukan,” katanya dengan berikan sedikit motivasi, Yakin, dilandasi berdoa dan sehat itu kuasa allah.
Kisah Bang Man akhirnya bukan sekadar cerita tentang sakit dan ramuan. Lebih dari itu, ada cerita tentang seorang pekerja keras yang sempat kehilangan harapan, seorang istri yang tak berhenti mencari jalan untuk suaminya, dan keyakinan bahwa di tengah ujian selalu ada ruang untuk berikhtiar. Bang Man mungkin belum melupakan malam-malam ketika berjalan beberapa meter saja terasa begitu berat.
Tetapi hari ini, setiap langkah yang mampu ia lalui menjadi pengingat bahwa harapan masih ada—selama manusia terus berusaha, berdoa, dan tidak menyerah.*
- person
- visibility 283
- forum 0