Ketua LAM Belitung Jadi Narsum dan Berikan Materi Pelestarian Adat Budaya di SMPN 1 Membalong
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN– Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung, Shofwan AR, menjadi narasumber (narsum) dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Wawasan Kebangsaan, Pencegahan Radikalisme Digital, dan Pelestarian Nilai Adat Budaya yang berlangsung di SMP Negeri 1 Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kamis (15/10/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti pada pelajar tersebut, Ketua LAM Belitung Shofwan AR menyampaikan materi mengenai adat dan budaya Melayu Belitung. Pemaparan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan serta melestarikan nilai-nilai adat budaya kepada generasi muda, khususnya kalangan pelajar.
Melalui materi yang disampaikan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenal dan menjaga warisan adat budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Pelestarian nilai-nilai budaya juga menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan di tengah perkembangan zaman dan teknologi digital.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri perwakilan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, perwakilan dinas pendidikan, serta pimpinan SMP Negeri 1 Membalong, jajaran LAM Belitung (Wakil Ketua Alpian, Sekretaris Galih Prawira dan Bendahara LAM Wawan Irwanda).
Selain Shofwan AR, kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Densus 88 AT Polri, yakni Ipda Dian Effendi, S.H., yang membawakan materi bertopik Tren Radikalisasi Digital di Kalangan Anak/Remaja”. Pemaparan tersebut membahas isu radikalisasi di ruang digital yang menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kewaspadaan generasi muda terhadap pengaruh negatif di dunia digital/internet.
Selain itu, Briptu Ambi, S.H., juga turut terlibat sebagai pemateri dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif gabungan yang melibatkan ketiga pemateri. Diskusi dipandu oleh moderator dan memberikan ruang bagi peserta untuk berinteraksi serta mendalami materi yang telah disampaikan.

Melalui kegiatan ini, penguatan wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme digital, dan pelestarian nilai adat budaya diharapkan dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran kebangsaan serta menghargai warisan budaya daerah.
Keterlibatan Lembaga Adat Melayu Belitung dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peran lembaga adat dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi penerus di lingkungan pendidikan.*
- person
- visibility 196
- forum 0