Harlah ke-73 KPU RI, KPU Beltim Santuni Anak Yatim dan Perkuat Komitmen Demokrasi
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 7 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGAR – Menjaga kualitas demokrasi tidak bisa hanya dibebankan kepada penyelenggara pemilu. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan demokrasi berjalan dengan baik dan kepercayaan publik terhadap proses kepemiluan tetap terjaga.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Marwansyah, S.Si., dalam momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-73 KPU Republik Indonesia yang diperingati pada 7 November 2026.
Menurut Marwansyah, partisipasi pemilih, pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta kesadaran menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab merupakan faktor penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.
“Partisipasi pemilih, pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta kesadaran menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab menjadi faktor penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KPU terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kepemiluan melalui berbagai program dan kegiatan. Di antaranya pendidikan pemilih, pemutakhiran data pemilih, peningkatan kualitas pelayanan, hingga penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Marwansyah juga mengingatkan bahwa demokrasi tidak berhenti setelah proses pemungutan suara selesai. Demokrasi harus terus dirawat melalui peningkatan kesadaran masyarakat, keterbukaan informasi, serta penyelenggaraan pemilu yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, KPU berkomitmen menjaga semangat pengabdian, memperkuat integritas kelembagaan, serta terus beradaptasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sinergi antara penyelenggara pemilu, pemerintah, peserta pemilu, dan masyarakat, lanjutnya, menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.
Ia menegaskan, KPU akan terus berkomitmen melindungi hak pilih masyarakat, merawat kepercayaan publik, serta memastikan setiap amanah demokrasi dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Suara rakyat merupakan amanah demokrasi yang harus dijaga melalui penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, profesional, transparan, dan akuntabel. Prinsip tersebut menjadi landasan utama untuk memastikan setiap tahapan berlangsung secara bertanggung jawab sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu,” tegasnya.
Peringati Harlah ke-73, KPU Beltim Santuni Anak Yatim
Selain menjadi momentum refleksi perjalanan kelembagaan, peringatan Harlah ke-73 KPU RI juga dimaknai KPU Kabupaten Belitung Timur melalui kegiatan sosial.
Dalam rangka memperingati hari lahir tersebut, KPU Beltim menggelar kegiatan santunan dan doa bersama anak yatim pada Jumat (6/11/2026), bertempat di Kantor KPU Kabupaten Belitung Timur.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus ungkapan rasa syukur KPU Beltim dalam memperingati hari lahir lembaga penyelenggara pemilu tersebut.
Melalui santunan dan doa bersama, diharapkan tumbuh semangat berbagi, mempererat tali silaturahmi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota KPU Kabupaten Belitung Timur, Asrikhah, bersama jajaran staf KPU Kabupaten Belitung Timur.
Mengusung tema “73 Tahun KPU RI Mengawal Suara Rakyat, Menjaga Demokrasi”, peringatan tahun ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Momentum tersebut sekaligus mengingatkan seluruh jajaran penyelenggara pemilu akan tanggung jawab besar dalam melindungi hak konstitusional setiap warga negara.
Melalui peringatan Harlah ke-73 ini, KPU Kabupaten Belitung Timur berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian terus tumbuh dalam menjalankan tugas kelembagaan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.*
- person
- visibility 73
- forum 0