PPBI Belitung Berbagi Ilmu di Lapas Tanjungpandan, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Seni Bonsai
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADAU, BELITUNG – Seni bonsai tidak hanya menghadirkan keindahan melalui perpaduan tanaman, kreativitas, dan kesabaran. Di balik seni membentuk miniatur pohon tersebut, tersimpan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi bekal kemandirian.
Semangat inilah yang mendorong Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Belitung memberikan pelatihan kemandirian berbasis keterampilan budidaya dan seni pembentukan bonsai kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan, Sabtu (7/11/2026).
Acara yang dibuka Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Muhammad Rolan, A. Md. IP., S.H., M.H., ini dihadiri Ketua PPBI Cabang Belitung, Benny Andrea melalui Sekretaris PPBI Cabang Belitung, Hendri Suzanto, S.Sos., M.M.Tr., serta jajaran pengurus PPBI Cabang Belitung, dan peserta dari belasan warga binaan lapas tanjungpandan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Tanjungpandan tersebut merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan produktif yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha.

Ketua PPBI Cabang Belitung, Benny Andrea, melalui Sekretaris PPBI Cabang Belitung, Hendri Suzanto, S.Sos., M.M.Tr., membenarkan adanya permintaan dari pihak Lapas Tanjungpandan kepada PPBI Cabang Belitung untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Menurut Hendri, PPBI Cabang Belitung menyambut baik kesempatan tersebut sebagai bentuk kepedulian komunitas bonsai dalam berbagi ilmu, sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan keterampilan dan kemandirian masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin berbagi pengetahuan tentang bonsai, mulai dari pengenalan dasar, teknik budidaya, proses pembentukan, hingga bagaimana sebuah bonsai dapat memiliki nilai seni dan nilai jual,” ujarnya.
Pelatihan tersebut dikoordinasikan oleh pemateri dari PPBI Cabang Belitung, Hendrik Palit, dengan didampingi sejumlah anggota, yakni Iwan Ces, Andri, Mamat, Manje, Zul, Pak Amin, serta rekan-rekan PPBI Cabang Belitung lainnya.
Dari Pengenalan Dasar hingga Bonsai Bernilai Jual
Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan materi bertajuk Dasar-Dasar Pengenalan Bonsai dan Panduan Pembuatan dari Awal hingga Memiliki Nilai Jual”.
Materi disusun secara bertahap agar warga binaan dapat memahami bonsai bukan sekadar tanaman hias, melainkan sebuah karya seni botani yang membutuhkan pengetahuan, ketelitian, kreativitas, dan proses perawatan berkelanjutan.
Adapun pokok materi yang diperkenalkan meliputi:
1. Pengenalan dasar bonsai, mulai dari sejarah, pengertian, karakter tanaman, hingga filosofi seni bonsai.
2. Klasifikasi dan bentuk bonsai, termasuk pengenalan lima gaya dasar (Gokai) dalam seni bonsai.
3. Teknik dasar pembuatan bonsai, mulai dari pemilihan bahan, penanaman, pemangkasan, pembentukan cabang, hingga perawatan.
4. Teknik kunci pembentukan bonsai, untuk menghasilkan tanaman dengan karakter, proporsi, dan nilai estetika.
5. Potensi tanaman lokal Belitung, sebagai bahan pengembangan karya bonsai berbasis kekayaan botani daerah.
6. Peluang ekonomi dan nilai jual bonsai, termasuk bagaimana merawat, membentuk, serta meningkatkan daya tarik bonsai agar memiliki nilai komersial.
Mengangkat Potensi Lokal Belitung
Salah satu hal menarik dalam pelatihan ini adalah pengenalan potensi tanaman lokal Belitung sebagai bahan pengembangan seni bonsai.
Kekayaan vegetasi lokal dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi karya bonsai dengan karakter dan identitas tersendiri. Melalui pengetahuan yang tepat, tanaman yang sebelumnya dipandang biasa dapat memiliki nilai estetika ketika dibentuk dan dirawat dengan teknik bonsai.
Selain mengasah keterampilan, pengenalan potensi lokal ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas serta membuka wawasan warga binaan mengenai peluang ekonomi dari sektor tanaman hias.
Bonsai sebagai Bekal Kemandirian Warga Binaan
Pelatihan bonsai ini diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan pengenalan, tetapi dapat menjadi awal tumbuhnya keterampilan baru yang bermanfaat bagi warga binaan.
Seni bonsai membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, ketekunan, dan konsistensi. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan bonsai, sekaligus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan bekal keterampilan yang diperoleh, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan kemampuan secara mandiri, bahkan menjadikannya sebagai peluang usaha setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Kehadiran PPBI Cabang Belitung dalam kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa komunitas seni dan hobi dapat mengambil peran lebih luas dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui perpaduan edukasi, keterampilan, dan potensi ekonomi, seni bonsai diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan pembinaan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan Lapas Tanjungpandan.*
- person
- visibility 32
- forum 0