Apdesi Belitung Soroti BBM : Yahya Sebut Pelayanan Masyarakat Ikuti Terdampak di Tingkat Desa
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 4 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN — Persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Belitung kembali menjadi perhatian. Antrean panjang dan sulitnya mendapatkan BBM, membuat aktivitas sehari-hari terdampak, salah satunya juga kelancaran pelayanan publik di tingkat desa.
Hal itu disampaikan Yahya, Kades Terpilih Desa Perawas, sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Belitung, saat tampil dalam talkshow di radio 104, 6 BFM bersama Penyiar Zacklie, pada Kamis 24 September 2026.
Usai ditetapkan sebagai pemenang dalam pemilihan kepala desa perawas, Yahya menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah untuk menormalkan kembali ketersediaan BBM di Belitung.
Menurutnya, ketersediaan BBM memiliki kaitan erat dengan aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat, terutama di tingkat desa.
“BBM ini bukan hanya soal kebutuhan kendaraan masyarakat. Di desa, mobilitas aparatur dan pelayanan kepada masyarakat juga sangat bergantung pada ketersediaan BBM,” ujar Yahya dalam talkshow tersebut.
Ia menilai, ketika masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, berbagai aktivitas ikut terdampak. Mulai dari mobilitas warga, kegiatan ekonomi, hingga pelayanan pemerintahan desa.
Mencari Solusi
Sebagai Ketua APDESI Belitung, Yahya juga menekankan bahwa pemerintah desa memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Karena itu, persoalan BBM menurutnya perlu mendapat perhatian bersama.
Ia berharap pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar distribusi dan ketersediaan BBM di Belitung kembali normal.
Bagi Yahya, kelancaran pasokan BBM pada akhirnya bukan hanya menyangkut kepentingan kendaraan yang harus terus bergerak, tetapi juga menyangkut aktivitas masyarakat dan pelayanan publik yang tidak boleh berhenti.
“Yang paling penting, roda pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terganggu,” katanya.
Harapan itu kini menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat di desa-desa Belitung yang setiap hari membutuhkan mobilitas untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun mengakses berbagai layanan pemerintahan.
- person
- visibility 86
- forum 0