DENDANG – Atmosfer olahraga di Desa Balok, Kecamatan Dendang, mendadak membara. Ratusan pasang mata menyaksikan pembukaan turnamen bola voli open Berlian Cup 2026 yang resmi dibuka Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, Jumat (3/4/2026) sore.
Turnamen perdana ini langsung menyedot perhatian besar. Sebanyak 52 tim ambil bagian, terdiri dari 33 tim putra dan 19 tim putri. Tak hanya dari Beltim, peserta juga datang dari berbagai penjuru Pulau Belitung, menjadikan kompetisi ini sarat gengsi dan kualitas.
Dengan format sistem gugur, setiap pertandingan dipastikan berlangsung panas sejak awal. Terlebih, total hadiah mencapai Rp55 juta telah disiapkan panitia, memacu semangat tim untuk tampil habis-habisan hingga final pada 3 Mei 2026.
Ketua Panitia, Martoni, menyebut tingginya animo peserta sebagai sinyal kuat bahwa Berlian Cup langsung mendapat tempat di hati pecinta voli.
“Ini awal yang sangat baik untuk turnamen yang baru pertama kali kami gelar,” ujar Martoni.
Format “Open 3”, Laga Dijamin Berkualitas
Mengusung konsep “open 3”, setiap tim diperbolehkan membawa maksimal tiga pemain dari luar Pulau Belitung. Strategi ini terbukti mendongkrak kualitas permainan sekaligus menghadirkan duel-duel sengit.
“Banyak tim mendatangkan pemain luar daerah. Pertandingan akan dipenuhi pemain berkualitas, tentu ini menambah daya tarik,” jelas Martoni.
Meski sempat terdampak jadwal turnamen lain, panitia tetap optimistis. Bahkan, tim-tim yang ambil bagian saat ini justru didominasi peserta kuat.
“Memang ada tim yang berpencar karena turnamen lain, tapi yang ikut sekarang justru banyak tim besar,” tambahnya.
Panitia pun menegaskan fokus utama bukan sekadar jumlah peserta, melainkan kualitas dan atmosfer pertandingan.
“Kami ingin turnamen ini hidup, ramai, dan jadi kebanggaan masyarakat. Harapannya bisa menjadi salah satu yang paling bergengsi di Beltim,” tegas Martoni.
Pesan Tegas Wabup: Junjung Fair Play!
Di tengah tingginya tensi, Khairil Anwar memberikan peringatan keras kepada seluruh peserta agar menjaga sportivitas.
Menurutnya, konflik dalam turnamen seringkali dipicu oleh pelanggaran terhadap aturan yang telah disepakati bersama.
“Panitia dan klub harus taat pada hasil technical meeting. Jangan cari-cari aturan baru di tengah jalan,” tegasnya.
Sebagai Ketua PBVSI Beltim, ia juga menyoroti kebiasaan protes berlebihan yang kerap memicu kericuhan.
“Sering pemain ingin jadi wasit, lalu menyalahkan keputusan. Ini harus dihentikan,” ujarnya.
Khairil menegaskan, seluruh keputusan pertandingan berada di tangan wasit dan panitia, sehingga harus dihormati demi kelancaran kompetisi.
“Kita tidak ingin ada insiden yang merusak turnamen. Serahkan kepada wasit, junjung tinggi fair play,” tandasnya.
Menuju Turnamen Bergengsi
Dengan jumlah peserta besar, format terbuka, serta kehadiran pemain dari luar daerah, Berlian Cup 2026 diprediksi menjadi salah satu turnamen voli paling menarik di Belitung Timur tahun ini.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi tim-tim terbaik untuk menunjukkan kualitas sekaligus menghibur masyarakat pecinta voli.*



















