Bupati Beltim Beri Apresiasi untuk Karateka Muda Aaliyah Noya

Apresiasi yang diberikan Pemkab Beltim menjadi bukti bahwa setiap prestasi anak daerah mendapat perhatian. Dari ruang latihan yang sederhana hingga podium internasional, semangat dan kerja keras para atlet muda diharapkan terus menginspirasi lahirnya prestasi-prestasi baru yang mengharumkan nama Belitung Timur di tingkat dunia

MANGGAR: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah Belitung Timur. Atlet karate muda, Aaliyah Noya Risdianto, sukses mengharumkan nama Kabupaten Belitung Timur setelah meraih medali perak pada ajang Milo International Open Karate Championship 2026 di Malaysia.

Atas pencapaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) memberikan apresiasi dengan mengundang Noya ke ruang kerja Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, pada Senin (6/7/2026).

Dalam suasana penuh kehangatan, Bupati menyerahkan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan atlet berusia 14 tahun itu yang berhasil menjadi runner-up di nomor Youth U-14 Female Kata Individual. Raihan tersebut terasa istimewa karena Noya mampu bersaing dengan karateka dari 17 negara yang ambil bagian dalam kejuaraan internasional bergengsi tersebut.

Noya hadir didampingi sang ayah, Arry Risdianto, pelatih karate Beltim Syukur Maulana, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim Sabarudin, pengurus FORKI Beltim Yoesrizal Mardiansyah, serta mantan Kepala SMP Negeri 4 Kelapa Kampit, Ruwah Subakti.

Komitmen Pemkab Dukung Atlet Berprestasi
Bupati Kamarudin Muten menegaskan bahwa Pemkab Beltim berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada putra-putri daerah yang berhasil mengukir prestasi, khususnya di bidang olahraga.

Menurutnya, meski pemerintah memiliki keterbatasan anggaran, atlet yang telah membawa nama baik daerah layak mendapatkan dukungan agar semakin termotivasi meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Sejak dulu saat masih menjadi Ketua KONI, saya selalu berusaha memberi semangat kepada atlet-atlet kita. Sekarang sebagai kepala daerah, saya juga tetap memikirkan masa depan mereka. Anak-anak yang sudah mengharumkan nama daerah harus kita beri perhatian,” ujar Kamarudin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah berjuang mendampingi dan mendukung anak-anak mereka hingga mampu berprestasi di tingkat internasional.

“Saya sangat mengapresiasi orang tua atlet. Meski dengan segala keterbatasan, mereka tetap mendampingi dan memberikan semangat. Kalau hobi anak-anak tersalurkan melalui kegiatan positif seperti olahraga, tentu ini menjadi investasi yang baik untuk masa depan mereka,” katanya
.
Berawal dari Latihan Rutin
Di balik prestasi yang diraih, Noya mengaku keberhasilannya merupakan hasil dari latihan yang konsisten bersama pelatih serta latihan mandiri di rumah.

“Latihan sama coach, terus latihan sendiri di rumah,” ujar siswi SMP Negeri 4 Kelapa Kampit yang kini naik ke kelas IX tersebut.

Meski berhasil meraih medali perak, Noya mengaku tidak pernah menyangka bisa berdiri di podium pada kejuaraan internasional pertamanya.

“Enggak nyangka, karena baru pertama kali ikut pertandingan internasional. Kalau juara ya alhamdulillah, kalau belum ya jadi pengalaman,” tuturnya.

Pada partai final, Noya harus mengakui keunggulan karateka tuan rumah Malaysia.

“Sebenarnya selisihnya tipis. Waktu tampil saya sempat sedikit goyang,” ungkap remaja asal Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit tersebut.

Bidik Kejuaraan Dunia di Filipina

Usai sukses di Malaysia, langkah Noya belum berhenti. Atlet muda andalan FORKI Belitung Timur itu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Dunia Pelajar yang dijadwalkan berlangsung di Filipina pada Februari 2027.

Kesempatan tersebut menjadi tantangan baru bagi Noya untuk kembali mengharumkan nama Indonesia sekaligus Kabupaten Belitung Timur di panggung dunia.

“Harapan saya semoga bisa terus membawa nama Belitung Timur, sekolah, dan Indonesia sampai ke tingkat internasional,” harapnya.

Bagi putri pertama pasangan Arry Risdianto dan Istikhomah itu, perhatian dari Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menjadi motivasi besar untuk terus berlatih dan berprestasi.

“Senang sekali. Merasa diperhatikan pemerintah karena sudah berprestasi,” ucap Noya sambil tersenyum.

Apresiasi yang diberikan Pemkab Beltim menjadi bukti bahwa setiap prestasi anak daerah mendapat perhatian. Dari ruang latihan yang sederhana hingga podium internasional, semangat dan kerja keras para atlet muda diharapkan terus menginspirasi lahirnya prestasi-prestasi baru yang mengharumkan nama Belitung Timur di tingkat dunia. Sumber: (Diskominfo SP Beltim)