SIJUK – Tahun 2024 menjadi lembaran emas bagi Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Keciput, Pratiwi Perucha, S.S., M.H., NL.P, desa ini menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor, menjadikannya salah satu desa terbaik di Indonesia.
Inovasi dan Pembangunan Desa
Beragam terobosan berhasil diwujudkan melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2024. Pratiwi menegaskan, program-program yang dilaksanakan tahun ini dirancang agar berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bidang Perikanan dan Pertanian menjadi fokus utama untuk mendukung ketahanan pangan. Desa ini mengadakan pelatihan pembuatan fiber boat bagi nelayan, pembangunan gudang produksi ikan, serta pengembangan hidroponik dan kolam air tawar sebagai solusi pertanian modern.
Bidang Infrastruktur juga mengalami kemajuan pesat. Pengaspalan jalan desa, pembangunan jembatan akses ke kebun masyarakat, hingga penerangan jalan desa menjadi prioritas. Selain itu, rumah adat diperbaiki sebagai bagian dari pengembangan pariwisata, dan fasilitas sanggar seni serta olahraga diperbarui untuk mendukung aktivitas warga.
Bidang Pendidikan dan Keagamaan turut mendapat perhatian serius. Beasiswa bagi siswa kurang mampu, pendirian Sekolah Alam Desa Wisata Keciput, pelatihan bahasa asing, hingga program pelatihan keagamaan seperti fardu kifayah menjadi bagian dari upaya meningkatkan sumber daya manusia desa.
Di sektor Kesenian, Budaya, dan Pariwisata, Desa Keciput semakin dikenal dengan Festival Muang Jong dan atraksi wisata baru yang menarik wisatawan. Homestay desa diperbaiki, dan sanggar seni didirikan untuk melestarikan budaya lokal.
Bidang Kesehatan difokuskan pada penanganan stunting, pendampingan lansia sehat, serta edukasi pencegahan pernikahan dini dan kenakalan remaja. Desa ini juga aktif memberikan gizi tambahan untuk ibu dan anak.

Dalam pelayanan publik, Desa Keciput memperkenalkan program “Pecel Lele” (Pelayanan Cepat, Tepat, dan Tidak Bertele-tele), melibatkan RT/RW serta kepala dusun untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang efisien.
Master Plan Untuk Desa Keciput Lebih Baik
Untuk lebih terarah pembangunan, Pratiwi mengungkapkan bahwa Desa Keciput telah hadirnya masterplan sebagai langkah untuk memperkuat pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat yang terarah, sehingga terhindar dari pembangunan yang asal-asalan.
Masterplan ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek, termasuk infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. Pemerintah desa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, akademisi, dan ahli perencanaan wilayah, untuk memastikan desain pembangunan yang sesuai dengan potensi lokal serta kebutuhan masyarakat.
“Masterplan ini menjadi pedoman kami dalam membangun Desa Keciput yang lebih baik. Dengan arahan yang jelas, kami berharap setiap program yang dijalankan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa Keciput dalam pernyataannya pada Jumat (27/12).
Selain itu, masterplan ini juga menekankan pada pelestarian budaya lokal dan kelestarian lingkungan. Desa Keciput yang terkenal dengan keindahan alamnya berupaya memadukan konsep pembangunan dengan ekowisata yang berkelanjutan, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun internasional.
Deretan Penghargaan Bergengsi
Adapun selama tahun 2024, Capaian gemilang ini berbuah manis dengan berbagai penghargaan, di antaranya:
300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia, 100 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia, 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia, Juara 3 Kategori Desa Wisata Maju Anugerah Desa Wisata Indonesia (Nasional) – Kemenparegraf RI, 5 Besar PJA Award (Pararegal Justice Award) Nasional, 5 Besar ASJ (Anubawa Sasana Jhagadita) Nasional – Kemenkumham RI, Juara 7 Terbaik Penurunan Stunting Tingkat Nasional – Kemendes RI,
Selain itu, Penghargaan Kepala Desa Terbaik dalam Penanggulangan Stunting Tingkat Provinsi,Penganugerahan dan Penyematan Penghargaan Kepala Desa Sebagai Juru Damai (Hakim Lapangan) NL.P, Sebagai Desa yang ramah Investiasi Pariwisata -Kemenkumham RI, Penghargaan Desa Berkinerja Baik dalam Proklim, Desa Ramah Perempuan dan Anak, Desa Wisata Terbaik Dari Asosiasi Penggiat Wisata dan Asosiasi Toilet bersih Indonesia.

Kepala Desa Pratiwi Perucha juga
menyebutkan berbagai capaian dan keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh masyarakat dan dukungan para pemangku kepentingan. Namun, ia mengakui masih ada aspek yang perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik secara optimal.
“Dengan dukungan masyarakat dan sinergi yang baik, saya yakin Desa Keciput dapat terus berkembang menjadi desa modern dan berkelanjutan, sekaligus inspirasi bagi desa lain di Indonesia,” tutupnya.
Desa Keciput kini siap melangkah lebih jauh, membawa nama Belitung ke panggung nasional sebagai ikon pembangunan desa wisata yang unggul.*












