TANJUNGPANDAN – Festival Budaya Napak Sire Belitung 2026 digelar meriah di kawasan Pantai Tanjung Pendam, Tanjungpandan, Jumat (22/5/2026). Festival yang mengusung konsep “Menjalin Silaturahmi dengan 1000 Lembar Daun Sirih” ini menjadi salah satu agenda budaya nasional yang masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 serta mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani. Turut hadir Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten,Forkompinda, OPD terkait,Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung Achmad Hamzah, serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat.
Kepada media, Ketua LAM Belitung Achmad Hamzah menyampaikan bahwa Festival Napak Sire merupakan simbol persatuan dan pelestarian budaya Melayu Belitung yang diwariskan secara turun-temurun.
“Festival budaya bapak sire ini merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur masyarakat Melayu Belitung. Daun sirih bukan sekadar simbol adat, tetapi juga lambang persaudaraan, kebersamaan, dan silaturahmi,” ujarnya.
Ia berharap festival tersebut dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Belitung ke tingkat nasional maupun internasional.
Sebab itu lanjut Achmad, Harapan kedepan agar festifal yg thematik ini baru pertama kali dilaksanakan agar terus digelar.
Festifal ini bukan semata2 hiburan tapi lebih kepada pelestarian dan pendidikan ttg budaya lokal sekaligus penguatan jatidiri sbg masyrakat belitung ditengah gempuran budaya asing.
Berbagai rangkaian kegiatan budaya turut memeriahkan festival, mulai dari pertunjukan seni tradisional, atraksi budaya Melayu, hingga prosesi simbolis 1000 lembar daun sirih yang melibatkan masyarakat dan tamu undangan.
Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya festival hingga malam hari. Selain menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat identitas budaya Belitung sebagai daerah yang kaya akan tradisi Melayu.*













