TANJUNGPANDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung memanfaatkan momentum Malam Final Pemilihan Bujang Dayang Kabupaten Belitung 2026 di Pantai Tanjung Pendam sebagai ajang sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BPS mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pendataan ekonomi nasional.
Kunjungan kerja tersebut dihadiri Sekretaris Utama BPS yang diwakili Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Martin Wibisono, didampingi Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Darusman, serta Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sugeng Arianto.
Turut hadir Kepala BPS Kabupaten Belitung Baiq Kurniawati, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat, Wakil Bupati Belitung Syamsir, Sekretaris Daerah Marzuki, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, jajaran BPS kabupaten dan provinsi, serta perwakilan petugas Sensus Ekonomi 2026.
Dalam sambutannya, Martin Wibisono menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda rutin BPS yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun pada tahun yang berakhiran angka enam. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan Sensus Ekonomi yang kelima sejak pertama kali digelar.
Menurutnya, perubahan pola aktivitas ekonomi masyarakat yang kini semakin banyak memanfaatkan platform digital menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya pendataan secara menyeluruh.
“Transformasi ekonomi yang terjadi saat ini harus diukur secara akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan strategis ke depan. Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar sensus, tetapi menjadi fondasi kebijakan ekonomi Indonesia untuk lima hingga sepuluh tahun mendatang,” ujar Martin.
Ia memaparkan, berdasarkan potret perkembangan ekonomi di Kepulauan Bangka Belitung, sektor Usaha Mikro Kecil (UMK) masih mendominasi. Pada pendataan sebelumnya tercatat sebanyak 124.721 UMK dan 1.590 Usaha Menengah Besar (UMB). Sementara pada 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi 241.359 UMK dan 2.388 UMB.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa Bangka Belitung berhasil mendorong transformasi ekonomi menuju sektor-sektor yang memiliki nilai tambah, tanpa mengabaikan ketahanan sektor primer. Di sisi lain, struktur ekonomi daerah dinilai semakin beragam dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Martin menegaskan, data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mendukung pertumbuhan dunia usaha. Selain itu, data tersebut juga dapat dimanfaatkan dalam penyusunan program pembinaan, pelatihan, bantuan kepada pelaku usaha, hingga menjadi acuan bagi investor dan pemerintah dalam menentukan kebijakan permodalan berdasarkan potensi wilayah.
Pada kesempatan itu, Martin juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan SE2026 melalui slogan sederhana “TIR”, yakni Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia data pasti terjaga.
Ia menekankan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Tanpa dukungan dan keterbukaan responden, data yang akurat dan berkualitas tidak akan dapat diperoleh, sehingga penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional menjadi kurang optimal.*sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung

















