Dorong Produk Lokal Berdaya Saing, MUI Belitung Gelar Kegiatan Sosialisasi Halal dan Pelatihan SDM UMKM Serta Pendamping Halal

Melalui kegiatan ini, MUI Belitung berharap para peserta, khususnya pelaku UMKM dan calon pendamping halal, dapat meningkatkan kompetensi dan kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal. Hal ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya produk lokal yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan prinsip syariat Islam

TANJUNGPANDAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung melalui Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat menggelar Sosialisasi Halal dan Pelatihan SDM UMKM serta Pendamping Halal, Senin (10/11/2025), di Ruang Sidang Kantor Bupati Belitung.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor di Kabupaten Belitung.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua MUI Kabupaten Belitung, Sbjuki Sulaiman, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep halal-haram, terutama bagi pelaku UMKM.

“Sertifikasi halal kini menjadi kebutuhan mendesak bagi produk-produk yang akan dipasarkan, terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim,” ujar Sbjuki.

AddText 11 10 11.47.02

Ia menambahkan, sertifikasi halal tidak hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi jaminan bahwa produk yang dikonsumsi masyarakat sesuai dengan syariat Islam.

“Sertifikasi halal bukan hanya untuk memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga memastikan produk yang kita konsumsi sesuai dengan syariat Islam,” tegasnya.

Sbjuki juga menyampaikan komitmen MUI Belitung untuk terus mendukung pengembangan program halal serta peningkatan kualitas SDM pendamping halal di daerah. MUI, kata dia, akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat guna memperkuat ekosistem halal di Kabupaten Belitung.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Belitung, Istanty Safitrie, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM pendamping halal agar memiliki integritas dan kemampuan manajerial yang baik dalam mendampingi pelaku usaha.

“Pelatihan ini diharapkan mampu memperbaiki pelayanan dan integritas pendamping halal, agar dapat memanajemen organisasi maupun pelaku usaha menjadi lebih baik dan paham pentingnya halal,” ujar Istanty.

“Insyaallah, dengan dukungan semua pihak, tahun 2026 nanti produk halal akan semakin banyak dan berkembang di Kabupaten Belitung,” tambahnya.

Adapun acara kegiatan sosialisasi ini, dengan moderator Raufa Sayyidah ‘Adila, yang juga Moderator podcast dari kedai pak itam, dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yang berkompeten di bidangnya.

Materi pertama disampaikan oleh Al Fath, Freelance Consultant, Trainer, and Mentor dari PT Kelasku Inspirasi Dunia (Kelaspakfath), dengan tema “Pengembangan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia yang Efektif di UMKM Halal.”

IMG 20251110 114002

Selanjutnya, Fita Elyana, Kepala PLUT Dinas KUKMPTK Kabupaten Belitung, membawakan materi bertajuk “Peningkatan Kapasitas UMKM Halal Belitung.”

Adapun materi ketiga dipresentasikan oleh Istanty Safitrie, yang juga Auditor LPPOM Babel, dengan topik “Sosialisasi Sistem Jaminan Produk Halal.”

Kepala UPT PLUT KUKM, Dinas KUKMPTK Belitung Fita Elyana, yang juga sebagai salah satu narasumber, pada acara sosialisasi ini mengungkapkan bahwa, pihaknya siap membantu memfasilitasi para UMKM, yang ingin mengurus sertifikat halal mereka, baik itu melalui program Safe Declare ataupun program reguler. Silakan datang ke UPT PlUT KUKM,

“Kami akan membantu memberikan sarana fasilitasi, bahkan kita akan memberikan bantuan, kepada para UMKM yang belum mempunyai sertifikat halal. Ayo kita sukseskan mandatori halal tahun 2026,” katanya.

Melalui kegiatan ini, MUI Belitung berharap para peserta, khususnya pelaku UMKM dan calon pendamping halal, dapat meningkatkan kompetensi dan kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal. Hal ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya produk lokal yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan prinsip syariat Islam.*