TANJUNGPANDAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, rangkaian kegiatan Seminar dan Malam Hiburan Rakyat yang diselenggarakan forum alumni presidium pejuang pembentukan provinsi Bangka Belitung, dilaksanakan acara pada Sabtu, 15 November 2025 di Kareso Resto and Garden, Paal Satu, Tanjungpandan.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber utama: Senator Bangka Belitung Ir. H. Darmansyah Husein, Anggota DPRD Babel H. Muhtar Motong, dan Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah S.Sos.
Ketiga tokoh tersebut menyampaikan refleksi, evaluasi, hingga rekomendasi untuk pembangunan Bangka Belitung ke depan, terutama dalam momentum 25 tahun berdirinya provinsi.
Muhtar Motong: Semangat Perjuangan Pendiri Provinsi Harus Dijaga
Dalam paparannya, Anggota DPRD Babel dan Ketua Forum Alumni Presidium Pejuang Pembentukan Provinsi Babel, H. Muhtar (Motong), menegaskan pentingnya menjaga semangat perjuangan para pendiri provinsi sebagai modal menghadapi kondisi ekonomi yang semakin menantang.
“Kita perlu kembali memikirkan seperti apa perjalanan perjuangan ini dan bagaimana harapan pemerintah, legislatif dan yudikatif, agar harmonisasi terbangun serta sinergi semakin kuat demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Muhtar menyoroti penurunan signifikan RAPBD dan meningkatnya keresahan masyarakat akibat melemahnya ekonomi daerah. “DPRD baru setahun berjalan, namun kita melihat kondisi ekonomi memprihatinkan. RAPBD terus menurun dan masyarakat panik dengan keadaan ekonomi,” jelasnya.
Ia juga menilai pentingnya penguatan kepemimpinan di tingkat provinsi.
“Gubernur harus didampingi tim ahli yang kuat agar kebijakan tidak blunder dan pembangunan lebih solid,” tegasnya. Muhtar turut menyampaikan bahwa DPRD Babel telah mengesahkan RPJMD sebagai dasar sinkronisasi pembangunan agar sejalan dengan aspirasi masyarakat.
Darmansyah Husein: Perjalanan 25 Tahun Babel Perlu Dievaluasi
Sedangkan, Senator Bangka Belitung, Ir. H. Darmansyah Husein, menekankan pentingnya melakukan refleksi mendalam terhadap perjalanan 25 tahun provinsi ini berdiri. “Kita perlu refleksi ke belakang. Setelah itu barulah melihat arah ke depan. Dari perjalanan sejarah 25 tahun ini, harapan ke depan bisa terlihat lebih jelas,” ujarnya.
Darmansyah menilai cita-cita pejuang pembentukan provinsi belum tercapai secara maksimal, terutama dalam pengelolaan potensi sumber daya alam. “Berbagai potensi kita belum dikelola optimal. Ini harus menjadi agenda penting ke depan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kembali pada nilai perjuangan Ikrar Tanjung Kelayang, yang menjadi tonggak aspirasi awal pemekaran Babel. “Ikrar Tanjung Kelayang adalah titipan aspirasi yang harus kita lanjutkan dan wujudkan,” katanya.
Perkuat Sinergi dan Dorong Investasi untuk Belitung
Sementara itu, Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah S.Sos, menekankan perlunya sinergi lebih erat antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam menyongsong pembangunan ke depan. “Di ulang tahun ke-25 Babel ini, kita ingin sinergi provinsi dan kabupaten semakin kuat, saling mendukung satu sama lain,” ujarnya.
Djoni turut mengajak pihak yang memiliki kemampuan finansial lebih untuk berinvestasi di Belitung sebagai langkah mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Saya mengajak siapa pun yang memiliki kemampuan finansial lebih untuk berinvestasi ke Belitung. Ini penting untuk membuka peluang ekonomi baru,” katanya.
Ia juga menyampaikan refleksi sembilan bulan kepemimpinannya, menggambarkan dinamika pembangunan yang sedang berlangsung. “Banyak dinamika yang kita hadapi, tapi kami terus menjaga arah pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Menuju Babel yang Lebih Maju
Melalui seminar ini, dengan usia 25 tahun ini, menjadi momentum penting bagi Bangka Belitung untuk memperkuat sinergi, mengevaluasi perjalanan sejarah, serta menata langkah lebih solid dalam membangun daerah yang lebih sejahtera.











