TANJUNGPANDAN – Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 108 siswa baru pada hari pertama masuk sekolah, Senin (14/7).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, Marwiyah, S.Pd., yang memberikan pengarahan serta motivasi kepada para siswa baru. Dalam sambutannya, Marwiyah menekankan pentingnya kegiatan MPRS sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan sekolah, tenaga pendidik, serta membentuk karakter siswa.
“Masa pengenalan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah awal dari proses adaptasi dan pembentukan karakter. Siswa harus tahu siapa guru-gurunya, apa yang akan dipelajari, dan bagaimana budaya sekolah ini berjalan,” ujar Marwiyah.
Ia juga memperkenalkan Program 7 Kebiasaan Anak Hebat yang menjadi salah satu program unggulan dalam pembentukan karakter siswa. Program ini melibatkan peran aktif orang tua dalam mendampingi anak-anaknya agar tumbuh menjadi generasi hebat dan mandiri. Ketujuh kebiasaan tersebut antara lain:
1. Bangun pagi
2. Beribadah sesuai syariat agama masing-masing
3. Olahraga teratur
4. Mengonsumsi makanan sehat
5. Gemar belajar
6. Aktif bermasyarakat
7. Tidur lebih awal
“Jika ingin menjadi pelajar hebat, kebiasaan baik harus dimulai sejak hari ini,” pesan Marwiyah.
Ia juga mendorong kolaborasi antara sekolah dan orang tua melalui komunikasi aktif. Salah satu bentuknya adalah dengan membuat grup komunikasi yang melibatkan wali kelas, guru BK, dan orang tua. Hal ini penting untuk memantau perkembangan siswa, baik di sekolah maupun di rumah.
Buang Kebiasan buruk
Dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan, Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5, Marwiyah, S.Pd., tak hanya memotivasi siswa baru dengan kebiasaan baik, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjauhi sejumlah kebiasaan buruk yang dapat menghambat masa depan.
Dalam arahannya kepada 108 siswa baru, Marwiyah mengungkapkan bahwa sering kali kegagalan bukan berasal dari faktor luar, melainkan dari pola pikir dan kebiasaan negatif yang tumbuh dari dalam diri siswa.
“Ada lima kebiasaan buruk yang sering menjadi penghambat kesuksesan siswa. Ini harus dihindari sejak dini,” tegasnya.
Berikut lima kebiasaan negatif yang dimaksud adalah
1. Terlalu Fokus pada Kekurangan Diri Sendiri,
Siswa cenderung merasa minder dan tidak percaya diri, padahal setiap individu punya potensi unik yang harus digali.
2. Selalu Ingin Menyenangkan Semua Orang
“Kita lupa menyenangkan diri sendiri dan hidup untuk ekspektasi orang lain. Ini justru membuat kita lelah secara mental,” jelasnya.
3. Bersikap Pesimis
Pesimisme menjadi penghambat utama dalam meraih prestasi. Marwiyah menyarankan agar siswa mulai mengatur waktu dan memperbaiki cara belajar untuk membangun optimisme.
4. Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Kebiasaan ini kerap memicu rasa tidak puas dan iri hati, padahal setiap siswa memiliki perjalanan dan kemampuan berbeda.
5. Menunggu Keajaiban Datang
Ia mengingatkan bahwa kesuksesan tidak datang secara tiba-tiba. Dibutuhkan usaha nyata dan kerja keras sejak sekarang.
“Kegiatan buruk ini harus dihindari kalau ingin sukses,” tegas Marwiyah mengakhiri pesannya.
Dengan bimbingan dari para guru dan dukungan dari orang tua, siswa SMK Yaperbel 2 diharapkan mampu membangun mental positif dan semangat belajar yang tinggi, menjadi generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Begitu pun, Dengan semangat dan antusiasme tinggi, kegiatan MPRS di SMK Yaperbel 2 diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi pelajar yang cerdas, disiplin, dan berkarakter mulia.*.












