Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » HNSI Belitung dan LAMBEL Dukung Sosialisasi Musyawarah dan Penerapan Hukum Adat Di Desa Pulau Seliu

HNSI Belitung dan LAMBEL Dukung Sosialisasi Musyawarah dan Penerapan Hukum Adat Di Desa Pulau Seliu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEMBALONG: Sosialisasi dan Musyawarah dalam Penerapan Hukum Adat di Desa Pulau Seliu, dilaksanakan di Balai Pertemuan Desa Pulau Seliu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Jumat (6/1/2023).

Acara ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Ketua LAMBEL Drs H Abdul Hadi Adjin, DKP Propinsi Babel, Suherman (Pengacara Belitung), Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Belitung H Muchtar Motong (Aji Tarek) dan Kades Pulau Seliu Edyar sebagai Moderator.

Ketua HNSI Belitung Aji Tarek sampaikan, kegiatan musyawarah sosialisasi ini cukup baik dilaksanakan. Pembentukan dan penerapan hukum adat berkaitan dengan masalah wilayah laut desa pulau seliu sangatlah penting, mengingat persoalan nelayan kecil sering diganggu oleh nelayan besar seperti Compreng di wilayah pulau seliu, 4 hingga 12 mil laut.

Pentingnya Penerapan Hukum Adat
“Pembentukan dan penerapan hukum adat ini penting disosialisasikan dan dibentuk, sebab miris melihat kondisi nelayan kecil yang berdampingan dengan Compreng. Ini harus disikapi bijaksana,” ungkap Ketua HNDI Belitung itu.

Politisi itu menilai aktivitas kapal besar ini sangat mengganggu nelayan kecil, sehingga nelayan kecil merasa kehilangan rasa keadilan.

“Compreng (kapal cumi) itu kan teknologi besar, bobot diatas 30 GT dengan memiliki fasilitas lampu yang sangat terang dan dilengkapi perlengkapan canggih lainnya. Ini tentunya sangat mengganggu nelayan kecil,” pungkas Aji Tarek.

IMG_20230107_065543

Pada kesempatan itu, Narasumber dari Ketua LAMBEL Drs H Abdul Hadi Adjin mendukung dilaksanakan acara sosialisasi Musyawarah dan Penerapan Hukum Adat tersebut.

Menurut Dia, acara ini adalah inisiatif masyarakat Nelayan Pulau Seliu, sekitar 75% kehidupannya sangat tergantung kepada laut/perikanan.

“Kita melihat dalam dialog sosialisasi ini terlihat para nelayan sampaikan adanya keluhan beroperasinya kapal besar perairan sekitar laut Pulau Seliu, yang membuat para nelayan sangat dirugikan serta hasil tangkapnya sangat sulit dan berkurang,” imbuh Ketua LAMBEL.

Oleh karena itu, kapal tersebut masuk di wilayah perairan laut seliu yang notabene, kawasan wilayah tangkapan ini sudah turun temurun dipergunakan nelayan untuk menangkap ikan dilaut.

“Masuknya kapal ini, tentunya angat merugikan hasil tangkapan nelayan di wilayah Desa Pulau Seliu, Gunung Riting, Padang Kandis, Kembiri,” tutur Dia.
Sikapi Konflik Pengusaha dan Nelayan

Oleh sebab itu, kata Hadi,  konflik kepentingan antara pengusaha dan nelayan harus duduk bersama untuk menyelesaikannya. Respon masyarakat ini merupakan bagian dari Pengawasan karena urusan Kelautan ini Adalah Kewenangan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Artinya Gubernur dan Dinas Perikanan dan Kelautan Babel perlu memanggil/mengundang Para Pengusaha Kapal ini untuk diadakan pertemuan dengan Masyarakat Nelayan serta Pemerintah Desa setempat.

“Perlu segera pihak Pemprov Babel mengambil langkah kongrit untuk menyelesaikan masalah ini dengan beradab, baik dan benar,” imbuhnya.

Ketua HNSI Belitung Aji Tarek sampaikan, kegiatan musyawarah sosialisasi ini cukup baik dilaksanakan. Pembentukan dan penerapan hukum adat berkaitan dengan masalah wilayah laut desa pulau seliu sangatlah penting, mengingat persoalan nelayan kecil sering diganggu oleh nelayan besar seperti Compreng di wilayah pulau seliu, 4 hingga 12 mil laut.

Menurutnya, Pembentukan dan penerapan hukum adat ini penting disosialisasikan dan dibentuk, sebab miris melihat kondisi nelayan kecil yang berdampingan dengan Compreng. Ini harus disikapi bijaksana,” ungkap Ketua HNSI Belitung itu.

Politisi itu menilai aktivitas kapal besar ini sangat mengganggu nelayan kecil, sehingga nelayan kecil merasa kehilangan rasa keadilan.

“Compreng (kapal cumi) itu kan teknologi besar, bobot diatas 30 GT dengan memiliki fasilitas lampu yang sangat terang dan dilengkapi perlengkapan canggih lainnya. Ini tentunya sangat mengganggu nelayan kecil,” pungkas Aji Tarek.

Adapun kegiatan acara ini dihadiri perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung, Ketua LAM (Lembaga Adat Melayu Belitung), Ketua HNSI Kabupaten Belitung H Muhtar Motong, Pengacara Belitung Herman SH, staf Kecamatan Membalong, Polsek Membalong, Babinsa, Ketua BPD dan Anggota, Kepala Desa Mentigi, Kepala Desa Padang Kandis, Ketua KNPI Kecamatan Membalong, Pemangku Adat, Kik Lebay, Kik Dukun, para Nelayan dan Tokoh masyarakat *

  • person
  • visibility 58
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP- PNS & PKKMB Sosialisasi Pendanaan Usaha Nelayan DI Batu Itam

    PP- PNS & PKKMB Sosialisasi Pendanaan Usaha Nelayan DI Batu Itam

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2020
    • account_circle sma
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SIJUK: PP (Penyuluh perikanan) PNS berkoodinasi dengan PKKMB (petugas konsultan keuangan mitra bank) untuk mensosialisasikan tentang pendanaan usaha nelayan, pada hari ini bertempat di rumah Ketua KUB Desa Batu Itam. Kedatangan penyuluh dan petugas konsultan Keuangan Mitra bank Ani Saputra SPi, diterima langsung Ketua KUB Desa Batu Itam Riyananto, bersama anggotanya. Saat di rumah Ketua […]

  • Kapolres Belitung Lantik Sejumlah Perwira Baru di Polres Belitung

    Kapolres Belitung Lantik Sejumlah Perwira Baru di Polres Belitung

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle sma
    • visibility 126
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN : Kapolres Belitung AKBP Deddy Dwiputra, S.I.K., S.H., melantik sejumlah perwira di halaman Polres Belitung pada Kamis, 8 Agustus 2024. Upacara pelantikan ini mencakup pelantikan Kabag SDM, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, serta serah terima jabatan Kasat Binmas Polres Belitung. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Nomor KEP/376/VII/2024 tertanggal 24 […]

  • Beberapa Hari Pencarian, Raasim yang Hilang di Sungai Samak Belum Juga Ditemukan: BPBD Belitung Tetap Lakukan Pemantauan

    Beberapa Hari Pencarian, Raasim yang Hilang di Sungai Samak Belum Juga Ditemukan: BPBD Belitung Tetap Lakukan Pemantauan

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle sma
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BADAU – Harapan keluarga masih menggantung setelah Raasim, seorang warga asal Mempiu yang sempat mengunjungi keluarganya di Dusun Sungai Samak, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, dilaporkan hilang sejak akhir Januari 2026. Hingga kini, upaya pencarian yang dilakukan di sekitar Jl. Tanjung Ruu, RT/RW 01 Desa Sungai Samak, belum membuahkan hasil. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) […]

  • Alumnus SPG 1985 Gelar Reuni Alumni & Silatuhrahmi

    Alumnus SPG 1985 Gelar Reuni Alumni & Silatuhrahmi

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle sma
    • visibility 68
    • 0Komentar

    SIJUK: Alumni SPG (sekolah pendidikan guru) Nasional  Angkatan 1985 lakukan pertemuan reuni silatuhrahmi yang bertempat di Restoran Ketapang, Pantai Tanjung Kelayang Kecamatan Sijuk, pada hari ini. Adapun acara kegiatan ini adalah dengan Ketua Panitia Marwandi, Sekretaris Mulyadi dan Bendahara Sulami. Ketua Panitia Marwandi benarkan adanya pertemuan silatuhrahmi tersebut. Menurutnya, kegiatan silatuhrahmi ini adalah ajang untuk […]

  • Ka Kan Kemenag Beltim Hadiri Pengukuhan FKUB Belitung Timur

    Ka Kan Kemenag Beltim Hadiri Pengukuhan FKUB Belitung Timur

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2019
    • account_circle sma
    • visibility 47
    • 0Komentar

    MANGGAR: Kepala Kantor (Ka Kan) Kemenag Kabupaten Belitung Timur Drs. H. Masdar Nawawi menghadiri acara pengukuhan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Belitung Timur periode 2019 – 2024, pada hari Selasa 30 Juli 2019, di rumah makan Vega Manggar, Belitung Timur. Acara pengukuhan itu dilakukan Bupati Belitung Timur Yuslih Izha SE yang dihadiri FKUB Provinsi […]

  • Ini Saran LAMBEL di Acara FGD Kaitan Tata Kelola Timah &.Pelestarian Lingkungan

    Ini Saran LAMBEL di Acara FGD Kaitan Tata Kelola Timah &.Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • account_circle sma
    • visibility 103
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Ketua LAMBEL (Lembaga Adat Melayu Belitung) Drs. H. Abdul Hadi Adjin ikuti acara FGD (Focus Group Discussion) secara virtual di Aula tribrata Polres Belitung, pada hari Selasa 21 Juni 2022. Acara kegiatan ini dilaksanakan Polda Kepulauan babel yang mengusung tema, “Konsepsi tata kelola penambangan timah dan pelestarian lingkungan” Ketua LAMBEL Drs H. Abdul Hadi […]

expand_less