Home / Bangka Belitung / HNSI Belitung Desak Pertamina Pastikan BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

HNSI Belitung Desak Pertamina Pastikan BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Bagikan :

TANJUNGPANDAN: DPC HNSI Kabupaten Belitung soroti bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar untuk nelayan dirasakan kurang tepat sasaran saat ini.

Hal ini mendorong DPC HNSI Belitung meminta pemerintah mendesak pertamina untuk selalu mengawasi seluruh stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN/SPDN) jenis solar bersubsidi, sehingga tepas sasaran.

Wakil Ketua DPC HNSI Belitung ketika dihubungi awak media via whatsapp, Jasman tegaskan mestinya pemerintah mengkaji secara detail dan berani menindak tegas, terkait keluhan nelayan akan pasokan solar bersubsidi. Artinya apakah sudah betul penyaluran dan pemanfaatan solar bersubsidi khususnya, sudah tepat sasaran?,” ungkapnya.

Sambungnya apabila dibutuhkan DPC HNSI Belitung yang dinahkodahi H Muhtar Motong (Aji Tare’) siap berbagi informasi mengenai solar subsidi nelayan. Apalagi mengenai pendistribusian/penyalurannya ataupun pemanfaatannya, yang sangat dirasakan kurang tepat sasaran.

“Mensikapi hal itu sudah semestinya Pemerintah didampingi DPRD bersama Pertamina harus berani menindak tegas bila ditemukan oknum nakal tersebut. Artinya lakukan penindakan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku di Republik Indonesia. Apabila ditemukan mafia migas yang mengeruk keuntungan finansial dengan memanfaatkan BBM bersubsidi,” pintanya.

Sebagai salah satu penasehat LSM Lidik Babel, Jasman berharap surati mereka (Pemerintah dan Pertamina-Red), lakukan investigasi, cari informasi dari masyarakat, sebab BBM subsidi itu bukan untuk oknum nakal.

“Dia sarankan untuk mencari tahu mendalam apa keluhan masyarakat terkait BBM bersubsidi? kenapa hingga saat ini cepat habisnya? bagaimana bentuk penyaluran dan pemanfaatannya? apakah penambang faktor utama minyak subsidi terkesan langka, maklum harga timah agak mahal saat ini,” ujarnya.

Menurutnya bila ditemukan fakta dan alat bukti yang fatal baik mengenai penyaluran maupun pemanfaatan BBM bersubsidi, laporkan saja ke penyidik.

“Hal itu dapat mempermudah penyidik melakukan penyelidikan bila ada laporan lengkap dan akurat,” paparnya.

Selanjutnya Dia sampaikan bahwa sebagai masyarakat Belitung sangat berterima kasih kepada pemerintah yang masih mempercayakan Basuki Tjahaya Purnama (ahok) sebagai Dirut Pertamina hingga saat ini. Aksinya sudah terlihat banyak kocar kacir mafia migas di pusat dan daerah lainnya.

“Semoga saja Ahok mau juga investigasi ke Pertamina wilayah Babel termasuk Belitung dan Beltim khususnya, agar pejabat pertamina disini tidak di intervensi oknum mafia migas,” sebut salah satu wartawan Belitung itu.*