Jelang Belitong Berhidmat, KD-17 Gelar Silaturahmi dan Diskusi, Bahas UBB di Belitung
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN– Menyambut kegiatan Belitong Berhidmat yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026 di Monumen Tanjung Kelayang, Komunitas Diskusi 17 Belitong (KD-17) menggelar silaturahmi dan makan bersama Gangan, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat KD-17 Belitong, Jalan Air Serkuk Dalam No. 21, RT 28/RW 11, Tanjungpandan tersebut, sekaligus menjadi momentum memperingati hari jadi ke-9 KD-17 serta menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Silaturahmi yang dikemas dengan diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya politisi nasional sekaligus mantan anggota DPR RI H. Muhammad Muas, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Bangka Belitung (UBB) Ibu Henny Helmi, perwakilan Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Kasi Pertambangan Umum Cabang Dinas ESDM Wilayah Belitung, Efry Permana.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Marzuki, S.IP., mantan Wakil Gubernur pertama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir. Suryadi Saman, Ketua Ikatan Persaudaraan Dukun se-Kabupaten Belitung, Ketua Masyarakat Peduli Belitung Drs. H. Abdul Hadi Ajin, narasumber KD-17 Belitong Nazalius, Ketua KD-17 Belitong Rizali Abusama, serta Sekretaris KD-17 Belitong Hasyimi.
Pendirian UBB di Belitung Jadi Sorotan
Salah satu isu utama yang menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut adalah persoalan pendidikan, khususnya masih banyaknya lulusan sekolah menengah atas (SLTA) di Belitung yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti harapan lama mengenai kehadiran perguruan tinggi negeri Universitas Bangka Belitung di Pulau Belitung. Selama ini, keberadaan UBB masih terpusat di Pulau Bangka, sehingga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Belitung dinilai perlu terus diperjuangkan.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UBB, Henny Helmi, menyampaikan bahwa pihak universitas saat ini terus mengupayakan pembentukan UBB wilayah Belitung melalui skema penggabungan atau merger dengan Politeknik Belitung.
Menurutnya, tahapan pembentukan tersebut diharapkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026. Saat ini, proses yang sedang berjalan adalah penyerahan aset dari pemerintah daerah kepada Yayasan.
“Jadi, sebenarnya ada beberapa skema untuk pembentukan UBB Wilayah Belitung. Setelah kami pertimbangkan, memang ini merupakan salah satu upaya bagi kami untuk mendirikan dan membentuk UBB Belitung,” ujar Henny.
Ia menjelaskan, pihaknya berharap proses penggabungan Politeknik Belitung dengan UBB dapat berjalan lancar sehingga tahapan-tahapan yang diperlukan bisa segera diselesaikan.
“Insyaallah, kita akan merger salah satu Poltek Belitung ke UBB. Mudah-mudahan akhir tahun ini tahapan-tahapannya semua sudah selesai. Saat ini sedang proses penyerahan aset dari pemerintah daerah ke Yayasan,” jelasnya.
Henny menambahkan, secara prinsip pendirian UBB wilayah Belitung tidak memiliki kendala berarti selain penyelesaian persoalan aset tersebut.
Terkait program studi yang akan dikembangkan, untuk tahap awal pihaknya akan tetap menyelenggarakan tiga program studi yang selama ini telah tersedia di Politeknik Belitung, yakni Manajemen Pariwisata, Manajemen Informatika, dan Manajemen Administrasi.
Namun, UBB juga terbuka terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya program studi baru, terutama yang berkaitan dengan potensi dan kebutuhan daerah.
“Fokusnya nanti pariwisata untuk memahami kebutuhan masyarakat Belitung. Seperti tadi, misalnya masyarakat menginginkan bidang perikanan atau teknologi perikanan. Itu nanti akan kita upayakan, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Belitung,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pengembangan program studi baru tentunya harus disesuaikan dengan fasilitas pendukung serta memenuhi ketentuan dan perizinan dari kementerian terkait.
Bupati Belitung yang diwakili Sekda Belitung Marzuki menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir dan menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan penyelesaian aset secepatnya untuk kepentingan dunia pendidikan. “Pada intinya kita upayakan agar sesegera mungkin kita selesaikan sesuai dengan mekanisme aturan yang ada,” katanya.
HM Muas: Pembangunan Daerah Membutuhkan Kepemimpinan Berbasis Pendidikan
Sementara itu, politisi nasional sekaligus mantan anggota DPR RI, H. Muhammad Muas, menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun sumber daya manusia dan melahirkan kepemimpinan yang berkualitas.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan untuk melahirkan pemimpin yang memiliki wawasan akademis, integritas, serta kemampuan menerjemahkan kepentingan masyarakat ke dalam kebijakan pembangunan.
“Pendidikan adalah sebuah cara untuk mendapatkan kepemimpinan yang bersumberkan kepada akademisi. Kepemimpinan yang kita butuhkan adalah mereka yang mampu memimpin secara jujur,” ujarnya.
Ia berpandangan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membutuhkan sumber daya manusia yang tidak terjebak dalam kepentingan kelompok maupun politik praktis, tetapi mampu mengutamakan kepentingan bangsa dan masyarakat.
Menurut Muas, pembangunan daerah harus diarahkan pada terciptanya keadilan, baik dalam pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan kecerdasan masyarakat.
KD-17 Dorong Pemerataan Pendidikan di Belitung
Ketua KD-17 Belitong, Rizali Abusama, mengatakan kegiatan silaturahmi dan diskusi tersebut merupakan bagian dari momentum peringatan hari jadi ke-9 KD-17 sekaligus menyambut HUT ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pada kesempatan kali ini, KD-17 mengangkat tema pendidikan dengan menitikberatkan pada upaya pembentukan dan pengembangan perguruan tinggi UBB di Belitung.
Menurut Rizali, kehadiran perguruan tinggi yang lebih mudah diakses masyarakat Belitung merupakan harapan yang telah lama diperjuangkan dan sangat dibutuhkan, terutama untuk membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan SLTA melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Selain itu didiskusikan juga soal keberadaan dunia pendidikan di Belitung serta disampaikan tata ruang wilayah yang diharapkan dapat berpihak kepada kepentingan rakyat, perlunya smelter hadir di Belitung dan dukungan Has Hanandjudin sebagai Pahlawan Nasional.
Melalui kegiatan silaturahmi dan diskusi tersebut, KD-17 Belitong berharap terbangun komunikasi dan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta masyarakat dalam mendorong kemajuan Belitung. Persoalan pendidikan, pemerataan akses perguruan tinggi, hingga pengembangan sumber daya manusia diharapkan menjadi perhatian bersama demi masa depan Belitong dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang lebih baik.*
- person
- visibility 52
- forum 0