BADAU: Festival KOTA TANAH CERUCUK resmi dibuka sekaligus menandai peringatan Hari Jadi Desa Cerucuk ke-270, yang bertempat di Lapangan Sepak Bola Desa Cerucuk, Senin 7 Juli 2025.
Lantas Kenapa hari jadi desa Cerucuk pada tanggal 4 Juli? Kades Cerucuk Kusmadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Cerucuk resmi menetapkan 04 Juli 1755 sebagai Hari Jadi Desa Cerucuk, berdasarkan musyawarah dan bukti sejarah yang kuat dari buku Tambo Balok (1939) dan peta Pulau Belitong tahun 1750.
Dalam dokumen tersebut tercatat, pada tahun 1755 pusat Ibu Kota Pulau Belitong dipindahkan dari Balok Baru ke Kota Tanah Cerucuk oleh Depati ke-6, Depati Tjakra Ningrat Kiahi Agoes Oesman.
Pemindahan ibu kota kembali terjadi tahun 1835 ke Tanjungpandan oleh Depati Kiahi Agoes Rahad, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Tanjungpandan pada 01 Juli 1838.
Penetapan 04 Juli 1755 menjadi simbol awal peradaban di Cerucuk, menandai peran penting desa ini sebagai pusat sejarah dan budaya Belitong masa lampau.
Oleh karena itu, Kepala Desa Cerucuk Kusmadi, menyampaikan bahwa kegiatan festival kota tanah cerucuk ini yang menandai hari jadi desa cerucuk tiap tanggal 4 Juli merupakan langkah awal, yang diharapkan dapat menjadi, agenda tahunan dalam berbagai kegiatan dan berdampak positif, bagi perekonomian masyarakat.
“Ini adalah kegiatan pertama yang kami laksanakan, dalam skala seperti ini. Harapannya, melalui event festival kota tanah Cerucuk ini dan kehadiran UMKM, ekonomi masyarakat bisa meningkat ke depannya,” ujarnya.
Sejumlah kegiatan akan berlangsung hingga 11 Juli 2025 dengan menampilkan beragam kegiatan budaya, dan hiburan yang memikat seperti Lomba Masak Makan Bedulang, Lomba Kasti se-Pulau Belitong, Lomba Hadra, Lomba Mendongeng Bahasa Belitong dengan tema “Hikayat si Kantan”., Lomba Fashion Show, Pertunjukan Teater Rakyat “Hikajat Kota Tanah”, yang mengangkat cerita rakyat penuh makna.*












