TANJUNGPANDAN — Di tengah semarak peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 81, , makna merdeka kembali mengemuka dari sudut pandang para pekerja. Bagi buruh, kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang memiliki kesempatan untuk bekerja dengan layak, dihargai, dan pulang ke rumah dengan membawa kepastian bagi keluarga.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan SPSI Kabupaten Belitung periode 2025–2030, Azwar Effendi, mengajak seluruh buruh menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan pekerja harus terus dilakukan.
Menurut Azwar, kemerdekaan seharusnya dapat dirasakan langsung oleh buruh dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar menjadi slogan, melainkan hadir dalam bentuk upah yang layak, perlindungan hukum, lingkungan kerja yang manusiawi, hingga jaminan masa depan.
“Bagi buruh, kemerdekaan memiliki makna yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Merdeka berarti bisa bekerja dengan tenang, mendapatkan penghasilan yang layak, dan mengetahui bahwa ada perlindungan ketika menghadapi persoalan di tempat kerja,” ujar Azwar.
Ia menilai, upah yang adil menjadi salah satu bentuk nyata kemerdekaan bagi pekerja. Penghasilan yang diterima buruh semestinya mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan memberikan ruang bagi pekerja untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Selain persoalan upah, Azwar menekankan pentingnya kebebasan dari eksploitasi. Buruh harus terbebas dari jam kerja yang tidak manusiawi, kontrak kerja yang merugikan, maupun segala bentuk diskriminasi di lingkungan kerja.
“Buruh bukan sekadar tenaga untuk menghasilkan keuntungan. Di balik setiap pekerjaan ada manusia, ada keluarga, ada harapan untuk kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Makna kemerdekaan berikutnya, menurut Azwar, adalah kepastian hukum dan kepastian kerja. Pekerja membutuhkan perlindungan dari ancaman pemutusan hubungan kerja secara sepihak serta status pekerjaan yang jelas.
Kepastian tersebut menjadi penting karena kehilangan pekerjaan bukan hanya berdampak pada seorang buruh, tetapi juga dapat mengguncang kehidupan seluruh anggota keluarganya.
Tak kalah penting adalah kesejahteraan sosial. Buruh, kata Azwar, berhak memperoleh jaminan kesehatan, keselamatan kerja, serta masa depan yang lebih tenang bagi dirinya dan keluarganya.
Ia berharap semangat kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antara sesama pekerja sekaligus mendorong terciptanya hubungan industrial yang lebih adil.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja keras, persatuan dan perjuangan untuk kehidupan buruh yang lebih sejahtera. Karena kemerdekaan akan terasa lebih bermakna ketika setiap pekerja dapat bekerja dengan bermartabat dan keluarganya bisa hidup dengan layak,” tegasnya.
Bagi buruh di Belitung, pesan itu sederhana tetapi dalam: kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera di halaman tempat kerja. Kemerdekaan juga tentang memastikan tangan-tangan yang bekerja menghidupi negeri tidak lagi berjuang sendirian untuk sekadar bertahan hidup.*











