Ketua Pemuda Muhammadiyah Tanjungpandan Angkat Bicara Terkait Kasus Pelecehan Seksual di Panti Asuhan

Atas kejadian tersebut, Ketua Pemuda Muhammadiyah Tanjungpandan Ust. Erwin merasa perlu memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa insiden tersebut tidak terjadi di salah satu panti asuhan yang dikelola oleh Muhammadiyah.

TANJUNGPANDAN – Isu pelecehan seksual di sebuah panti asuhan di Tanjungpandan mencuat ke publik dan memicu reaksi berbagai pihak. Menyusul laporan polisi mengenai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pengurus panti terhadap anak asuhnya.

Adapun peristiwa tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai hal tersebut, yang dilaporkan ke aparat penegak hukum. Mendapat laporan tersebut pihak aparat  melakukan penyelidikan hingga tingkat penyidikan hingga oknum pengurus panti asuhan tersebut telah diproses secara hukum.

Atas kejadian tersebut, Ketua Pemuda Muhammadiyah Tanjungpandan Ust. Erwin merasa perlu memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa insiden tersebut tidak terjadi di salah satu panti asuhan yang dikelola oleh Muhammadiyah.

“Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa kasus ini tidak terjadi di panti asuhan milik Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki tiga panti asuhan di desa Air Raya, tepatnya di Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan. Ketiga panti asuhan tersebut adalah Panti Asuhan Putra Anda Muhammadiyah, Panti Asuhan Putri Aisyiyah, dan Panti Jompo Al Maun Muhammadiyah.

“Sekali lagi, saya sampaikan bahwa tidak ada kasus pelecehan seksual yang terjadi di panti-panti milik Muhammadiyah tersebut,” tegasnya.

Pernyataan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan ketenangan bagi masyarakat, khususnya warga desa Air Raya yang khawatir dengan kabar yang beredar.

Erwin juga menegaskan komitmen mereka untuk terus menjaga integritas dan keamanan di seluruh panti asuhan yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.*