Home / Bangka Belitung / Kunjungi Tebat Rasau di Dusun Lintang, Ini Dukungan 2 Anggota DPRD Babel

Kunjungi Tebat Rasau di Dusun Lintang, Ini Dukungan 2 Anggota DPRD Babel

Bagikan :

SIMPANGRENGIANG: Kawasan Tebat Rasau Dusun lintang, Desa Lintang, Kecamatan Simpang rengiang, belum lama ini dikunjungi dua anggota DPRD Babel.

Kedua anggota DPRD Babel ini yang berkunjung masing-masing Beliadi (Gerindra) dan Junaidi Rachman (PDI Perjuangan), dan langsung diterima dari Ketua komunitas Tebat Rasau Nasidi beserta pengelolanya.

Adapun objek wisata berbasis alam Tebat Rasau terletak di Desa Lintang Kec. Simpang Renggiang sekitar 50 km dari Bandara Hanandjoedin dan ± 35 km dari Kota Manggar, ibukota Kab. Belitung Timur.

Saat ini Tebat Rasau dikelola oleh para nelayan sungai yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Lanun.

Baik Anggota DPRD Babel Beliadi dan Junaidi Rachman meninjau secara langsung dan menyebut objek wisata alam Tebat Rasau tampak dilengkapi dengan spot-spot foto menarik dan jembatan memanjang diatas sungai. Di kawasan ini dapat disaksikan aktivitas sehari-hari masyarakat nelayan, berfoto dengan background sungai lenggang (tumbuhan/hutan rasau), menikmati menu makanan tradisional belitong (makan bedulang) seperti gangan (ikan air tawar) dan bubur Singkong (bubur teki Menggale) minum kopi kutang (kopi tanggar) serta minuman tradisional air Sepang.

Tebat rasau juga memiliki kelengkapan dari sisi biologi yang bagus. seperti satu spesies unik ikan air tawar yang hidup di tebat rasau adalah ikan buntal sungai yang tidak beracun.

Bila yang ingin menelusuri sungai purba—yang oleh masyarakat setempat sering disebut Sungai Lenggang.

Untuk menyusuri sungai ini, wisatawan hanya perlu berjalan kaki di atas jembatan kayu sepanjang 180 meter, selama kurang lebih tiga puluh menit, tergantung kecepatan. Selain melestarikan alam, mereka juga belajar bagaimana menggunakan sampan dengan baik.

Mengingat lokasi hutan masih alami dan matahari menyengat, kondisi hutan masih terjaga, sehingga udara sangat segar dan sejuk.

Nasidi juga menjelaskan, bahwa ada banyak spesies unik yang hidup di Sungai Purba, misalnya ikan buntal sungai yang tidak beracun.

“Ada juga ikan lenggang seperti lele, panjangnya kurang lebih 70 cm. Untuk ikan buntal  air tawar disini, bisa dimakan,” ujar Nasidi.

Ketua Komunitas Tebat Rasau, Nasidi berharap adanya dukungan DPRD Babel dalam upaya mengembangkan Tebat rasau.

Sementara itu, baik kedua anggota DPRD Babel Beliadi dan Junaidi Rachman menyampaikan dukungan dengan pengembangan Tebat rasau.
“Kita minta adanya sinergi pemkab, provinsi untuk membangun Tebat rasau sebagai bagian pengembangan kepariwisataan di Belitung,” katanya.*