Home / Bangka Belitung / LAMBEL Nobatkan Kik Sar’ie, Tokoh Adat, Kearifan Lokal & Lingkungan
Kik Sar'ie , warga RT 2 RW 1 Dusun Kembiri, Desa Kembiri, Kecamatan Membalong dinobatkan sebagai Tokoh Adat,  Kearifan Lokal & Lingkungan.

LAMBEL Nobatkan Kik Sar’ie, Tokoh Adat, Kearifan Lokal & Lingkungan

Bagikan :

MEMBALONG: Kik Sar’ie , warga yang tinggal RT 2 RW 1 Dusun Kembiri, Desa Kembiri, Kecamatan Membalong dinobatkan sebagai Tokoh Adat & Kearifan Lokal & Lingkungan.

Penobatan itu dilakukan Ketua LAMBEL (Lembaga Adat Melayu Belitung)  Drs. H. Abdul Hadi Adjin, yang didampingi pengurus LAMBEL, Kecamatan dan LAM Desa se Kabupaten Belitung berkenaan dengan hari jadi kota Tanjungpandan, ke 183.

Kik Sar’ie bersama Ketua LAMBEL Drs. H. Abdul Hadi Adjin

 

Ketua LAMBEL Drs H Abdul Hadi Adjin sebut bahwa penobatan ini merupakan upaya LAMBEL untuk melestarikan adat, kearifan lokal dan pelestarian budaya Belitung mulai
“Apalagi pulau Belitung sudah ditetapkan sebagai Geopark Belitong oleh UNESCO, upaya ini harus dilestarikan,” katanya

Melalui penobatan Kik Sar’ie ini, Hadi ajak dan berikan motivasi kepada seluruh masyarakat Belitung untuk memiliki rasa peduli, akan adat, budaya dan lingkungan.

“Bertahun tahun ki
Kik sar’ie menjaga dan merawat ratusan ha hutan adat di desa kemiri

Seperti diketahui, Kik Sar’ie, Lahir di Kembiri, 2 April 1960 merupakan sosok sederhana. Pekerjaan sebagai petani tak mengurangi niatnya untuk peduli dengan alam sekitar, menjaga kearifan lokal dan pelestarian budaya dan lingkungan.

Untuk menjawab hal ini, di kiri kanan dan belakang rumahnya, Kik Sar,ie ‘bertanam atau membibitkan kayu langka dan jenis akar dari alam Belitung sebagai upaya untuk menjaga kearifan lokal.

Kik Sar’ie juga lakukan pelestarian dan pengenalan nama nama jenis kayu di Belitung. Kik Sar’ie mencatat hingga mengumpulkan berbagai nama-nama tersebut untuk ditulis dan dirangkum. Ini tak lain untuk generasi ke depan tahu akan pengenalan jenis dan akar kayu Belitung.

Begitu juga, Kik Sar,’ie juga menuliskan kata kata tentang bahasa Kampong seperti, salah satu contoh empok (kamu/anda) atau Rampai gangan ( sayur) misalnya. Ini sebagai salah satu percakapan bahasa Belitung.

Begitu juga pun Kik Sar,ie kumpulkan kata-kata bersyair yang berkenaan dan berisi nasehat serta pesan yang disampaikan lewat besyair.

Khusus untuk jenis akar dan tanaman obat Belitung pun ditulis dalam sebuah rangkuman Kik Sar’ie, di kala waktu senggang.

“Sengaja ku tuliskan, biar untuk referensi bagi yang membutuhkan informasi hal hal tersebut,” katanya.

Suatu hal tak pernah lekang di wilayahnya tinggal Kik Sar’ie, di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, masih dilaksanakan ritual adat, dan petuah zaman barie yang terus dilestarikan hingga saat ini seperti selamatan laut, selamatan angin, dan selamat Kampong.
Begitu juga kegiatan selamatan tanda syukur misalnya usai memanen padi atau tanaman lainnya terus dilestarikan, dan sudah dijadikan tradisi.

Di Kembiri juga, Pelestarian adat nirok nanggok masih dilaksanakan.
Adat budaya pun tetap lestari seperti permainan gasing , gambus , lesong batang, campak, Dul molog, beregong dan beripat.
Wajar kik Sar’ie dinobatkan sebagai salah satu tokoh adat, budaya kearifan lokal dan pelestarian lingkungan, yang disisi sejarahnya di Kembiri, ada salah satu makam Kik Rahat, sosok pendiri kota Tanjungpandan.*