TANJUNGPANDAN: Suasana hijau dan semangat kolaborasi terasa di lingkungan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjungpandan, Kamis (22/01). Melalui program Rumah Hijau Hidroponik, petugas Bapas bersama peserta magang dan klien pemasyarakatan bergotong royong menanam serta merawat berbagai jenis sayuran hidroponik seperti sawi, pakcoy, dan komoditas hortikultura lainnya.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi praktik budidaya tanaman, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog dan refleksi langsung di lapangan mengenai proses pembimbingan klien pemasyarakatan yang tengah berjalan. Rumah Hijau Hidroponik dijadikan media pembimbingan aplikatif dengan melibatkan klien secara aktif, mulai dari penyemaian benih, pengaturan nutrisi, hingga perawatan tanaman.
Pendekatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal kemandirian klien setelah menyelesaikan masa pembimbingan.
Kepala Bapas Tanjungpandan, Muhamad Irfani, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan arah pembimbingan pemasyarakatan yang menekankan pada aspek pemberdayaan dan keberlanjutan.
“Kami ingin pembimbingan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar menyentuh keterampilan hidup. Rumah Hijau Hidroponik menjadi sarana pembelajaran bersama, di mana klien, petugas, dan peserta magang saling berkolaborasi dan tumbuh,” ujarnya di sela kegiatan.
Kontribusi peserta magang turut memberi nilai tambah dalam pelaksanaan program ini. Salah satunya Primanisa Nurgravisi, lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Agronomi dan Hortikultura Tahun 2025, yang terlibat langsung mendampingi klien pemasyarakatan dalam menerapkan teknik hidroponik sederhana dan efektif. Di bawah bimbingan mentor Kasubsi BKD M. Yeyen Purbasari, ia mengaplikasikan ilmu akademik ke dalam praktik nyata di lapangan.
“Saya ingin ilmu yang saya miliki tidak hanya berhenti di teori. Terjun langsung mendampingi klien pemasyarakatan memberi pengalaman berharga, karena saya melihat sendiri bagaimana proses pembimbingan bisa membangun kepercayaan diri dan semangat mereka untuk berubah,” ungkap Primanisa.
Sementara itu, Kasubsi BKD M. Yeyen Purbasari menegaskan bahwa keterlibatan peserta magang merupakan bagian dari strategi pembimbingan kolaboratif, sekaligus sarana transfer pengetahuan yang saling menguatkan antara teori dan praktik.
Melalui Rumah Hijau Hidroponik, Bapas Tanjungpandan terus meneguhkan komitmen menghadirkan pembimbingan klien pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan inspiratif.
Tidak hanya menghijaukan lingkungan kantor, kegiatan ini juga menumbuhkan harapan baru bagi klien pemasyarakatan untuk menata masa depan yang lebih mandiri dan bermakna di tengah masyarakat.*













