MEMBALONG – Suasana penuh kekeluargaan dan nuansa adat kental terasa dalam pelaksanaan tradisi tahunan Maras Taun di Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Selasa (19/5/2026). Kegiatan budaya yang rutin digelar masyarakat ini kembali menjadi simbol rasa syukur sekaligus ajang mempererat persatuan warga.
Acara yang berlangsung di kediaman Dukun Kampung Desa Tanjung Rusa sejak pukul 09.30 WIB itu dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, perangkat desa hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian prosesi adat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Belitung Syamsir, Camat Membalong Indrawansyah, S.IP., Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung Achmad Hamzah bersama Ismail Mihad dan Wawan Irwanda. Dari Pemerintah Desa Tanjung Rusa turut hadir Kepala Desa Zuhaidi beserta perangkat desa.
Turut hadir pula Ketua Forum Kedukunan Adat Belitung, H. Mukti Maharif, yang ikut menyaksikan jalannya prosesi adat Maras Taun bersama masyarakat.
Ketua LAM Belitung, Achmad Hamzah, menyampaikan bahwa tradisi Maras Taun merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Belitung agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Melalui kegiatan Maras Taun ini, kita berharap adat budaya serta kearifan lokal masyarakat Belitung terus terjaga dan semakin dikenal oleh generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi adat tidak hanya menjadi seremonial tahunan, namun juga sarana memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi antarwarga.
Tradisi Maras Taun sendiri merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat Belitung yang hingga kini masih terus dipertahankan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai adat dan budaya Melayu Belitung sebagai identitas daerah.



















