Maras Taun Digelar di Dusun Badau 1, 2 dan 3 Desa Badau: Perkuat Gotong Royong dan Kearifan Budaya

Maras Taun kali ini memperkuat nilai gotong royong dan silaturahmi antarmasyarakat. Di tengah tantangan zaman modern, semangat kebersamaan seperti ini menjadi penyejuk sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga kearifan lokal.*

BADAU, BELITUNG – Suasana khidmat dan penuh nuansa budaya menyelimuti kediaman Kik Maharin, Dukun Badau, pada Minggu, 4 Mei 2025. Ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti tradisi tahunan yang sudah mengakar kuat dalam adat istiadat masyarakat Belitung: Maras Taun.

Kegiatan maras taun ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta serta doa agar tahun mendatang diberi keberkahan dan keselamatan. Ritual dipimpin langsung oleh Dukun Maharin, yang memanjatkan doa-doa khusus untuk keselamatan seluruh warga Badau.

Acara turut dihadiri Staf Ahli Bupati Belitung Salman Alfarizi, Camat Badau Azhari, Wakil ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung Shafwan, Ketua LAM Kecamatan Badau Hermawan, dan LAM Desa Badau, Babinsa, Babinkamtibmas serta Kepala Desa Badau Irawan Sumantri dan Ketua BPD Rano, tokoh agama, masyarakat, dan tokoh pemuda dan masyarakat Badau.

“Tradisi ini adalah warisan leluhur yang harus terus kita jaga. Maras Taun bukan hanya budaya, tapi juga simbol persatuan dan rasa syukur,” ujar Dukun Maharin.

Maras Taun kali ini memperkuat nilai gotong royong dan silaturahmi antarmasyarakat. Di tengah tantangan zaman modern, semangat kebersamaan seperti ini menjadi penyejuk sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga kearifan lokal.*