MANGGAR – Semangat para pihak pejuang pembentukan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali dikenang. Para pihak yang berperan pada pemekaran yang masih hidup melakukan ziarah ke TPU Kampung Gunung, Desa Lalang Jaya, Manggar, Belitung Timur, Selasa (27/1/2026) pagi.
Ziarah ini dilakukan untuk mengenang almarhum Zahari MZ, Mantan Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Belitung Timur, sosok sentral yang berjasa besar dalam lahirnya Kabupaten Beltim yang kini telah menginjak usia 23 tahun.
Salah satu yang berperan dalam pembentukan Kabupaten Beltim, Marwansyah, mengatakan ziarah tersebut bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan mendalam kepada para pendahulu yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan masa depan demi berdirinya daerah otonomi baru.
“Ziarah ini adalah cara kami mengingat bahwa Kabupaten Belitung Timur tidak berdiri dengan mudah. Ada pengorbanan besar dari para pejuang yang kini telah mendahului kita,” ujarnya.
Ia menegaskan, tanpa perjuangan tokoh-tokoh seperti almarhum Zahari MZ, maka tidak akan pernah ada pemerintahan Kabupaten Beltim seperti sekarang.
“Tidak akan ada hari jadi ke-23 ini, tidak akan ada lembaga penyelenggara pemerintah kabupaten Beltim, termasuk tidak akan ada lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU Kabupaten Belitung Timur ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Rudi Juniwira yang saat 2003 lalu merupakan Komisioner KPU Kabupaten Beltim pertama mengungkapkan, saat Beltim resmi terbentuk tahun 2003 lalu tepatnya 23 tahun lalu, yang merupakan satu satunya lembaga resmi difinitif yang ada dan pengisian personilnyapun langsung difinitif adalah lembaga KPU Kabupaten Beltim, karena Pemerintah Kabupaten Beltim saat itu telah ada namun jabatan kepala daerahnya masih dijabat penjabat Bupati ketika itu, bahkan lembaga DPRD pun saat itu belum ada.
“Saat itu menjadi tugas KPU lah yang merupakan satu satunya lembaga resmi hadir di Beltim sebagai penyelenggara Pemilu 2004 dan Pilkada 2005. Sehingga setelah 5 komisioner KPU Beltim saat itu 2004 Pemilu dan 2005 Pilkada maka ada terpilihnya DPRD dan Bupati difinitif barulah Pemkab Beltim secara optimal lakukan tata kelola administrasi dan pelayanan ke masyarkatnya,” jelas Rudi mengenang akan awal di tahun pertama kabupaten ini berdiri.
Dan kini seiring waktu, satu per satu pejuang pembentukan Kabupaten Beltim, kini telah mendahului. Salah satunya adalah mantan Kepala Desa Kelubi, Matzani Matzen, yang wafat pada 1 Desember 2025 lalu.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang memiliki peran dan kontribusi nyata dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Belitung Timur yang kini telah 23 tahun sejak diundangkan pada 25 Februari 2003.
Adapun kegiatan ziarah ini menjadi pengingat penting bahwa sejarah berdirinya Kabupaten Belitung Timur merupakan hasil perjuangan kolektif lintas profesi dan generasi, dengan satu tujuan besar: menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dan berpihak kepada rakyat.
Momentum ziarah ini juga menjadi refleksi agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah tidak melupakan akar sejarah perjuangan, serta terus melanjutkan cita-cita para pendiri daerah.
“Semoga Belitung Timur terus maju dan berkembang. Selamat Hari Jadi Kabupaten Beltim ke-23. Semoga seluruh sektor kemasyarakatan semakin meningkat, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, hingga pembangunan daerah, demi terwujudnya kesejahteraan seluruh masyarakat Beltim,” tutupnya.














