Musim Kemarau Panjang Melanda Belitung, Kemenag Gelar Shalat Istisqa Memohon Turunnya Hujan
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 48 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN — Musim kemarau yang melanda Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, membuat masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan. Di tengah kondisi tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung menggelar Shalat Istisqa secara berjamaah, Selasa, 15 September 2026.
Ibadah yang dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan itu berlangsung khidmat di halaman MTs Negeri 1 Belitung, mulai pukul 07.00 WIB.
Kepala Kantor Kemenag Belitung, H. Suyanto, mengatakan Shalat Istisqa bukan sekadar ritual untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyadari keterbatasan manusia dan meningkatkan ketundukan kepada Allah SWT.
“Ketika hujan belum turun dan kondisi kekeringan mulai kita rasakan, maka sesungguhnya kita sedang diingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan,” ujar Suyanto di Tanjungpandan.

Dalam pelaksanaan tersebut, Bustamin bertindak sebagai khatib, sedangkan Ahmad Dailami menjadi imam.
Suyanto mengatakan kondisi cuaca yang panas dan kemarau panjang menjadi pengingat bahwa manusia tidak sepenuhnya mampu mengendalikan alam. Karena itu, selain melakukan berbagai upaya, manusia juga membutuhkan pertolongan dan rahmat dari Allah SWT.
Menurutnya, momentum Shalat Istisqa hendaknya dimanfaatkan sebagai sarana muhasabah diri, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Ia mengingatkan pesan tersebut sebagaimana yang diabadikan dalam Al-Qur’an, khususnya Surat Nuh ayat 10–11, tentang istighfar dan turunnya hujan sebagai rahmat Allah SWT.
Namun, doa untuk turunnya hujan, kata Suyanto, juga harus dibarengi dengan ikhtiar nyata. Masyarakat diminta tidak hanya menunggu hujan, tetapi turut menjaga lingkungan dan sumber daya air.
“Mari kita terus berikhtiar dengan menjaga sumber air, tidak melakukan pemborosan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta menanam dan merawat pepohonan. Doa kita iringi dengan ikhtiar, dan ikhtiar kita sempurnakan dengan tawakal kepada Allah SWT,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama sekaligus membuka pintu rahmat Allah SWT bagi masyarakat Belitung.
“Semoga ibadah Shalat Istisqa kita diterima Allah SWT dan hujan dapat segera turun membasahi Belitung menjadi keberkahan bagi seluruh makhluk,” tuturnya.
Shalat Istisqa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah musim kemarau, persoalan air bukan hanya menyangkut kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli menjaga lingkungan dan sumber-sumber air agar tetap tersedia bagi kehidupan.*
- person
- visibility 39
- forum 0