Home / Bangka Belitung / NGOPI bersama Ust Zuhri (Anggota DPD RI) di BPP Desa Tanjung Rusa

NGOPI bersama Ust Zuhri (Anggota DPD RI) di BPP Desa Tanjung Rusa

Bagikan :

MEMBALONG: NGOPI (Ngobrol Aspirasi)  bersama Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah)  RI (Republik Indonesia) Ust Zuhri dengan kalangan petani dan Perhutanan Sosial di Desa Tanjung Rusa, yang bertempat di kantor BPP (Badan Penyuluh Pertanian) Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, baru baru ini.

Acara kegiatan ini dihadiri dari Ketua Koperasi Pinang Provinsi Babel Sarbini, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Belitung Zaini SP, Kasi Penyuluhan Dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Belitung, Yazid Ansori SST, para kelompok tani se-kecamatan Membalong, dan kalangan perhutanan sosial.

Dalam dialognya, Anggota DPD RI Ust. Zuhri yang didampingi Koordinator Sahabat Ustad Pulau Belitung Eldy Saputra Wijaya ST, sampaikan beberapa komoditi khas di Bangka Belitung, termasuklah pengembangan pinang di Bangka Belitung.

Saat ini di Bangka Belitung sudah dibentuk koperasi pinang Bangka Belitung dan akan mengembangkannya usahanya ke seluruh wilayah kabupaten/kota.

“Harapan kita koperasi ini benar benar dapat dibanggakan dan ditata kelola dengan baik, dengan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Terkait soal tanaman pinang, Zuhri sebut memiliki prospek dan alternatif untuk penguatan ekonomi masyarakat ke depan.

Dia ungkapkan bahwa budidaya pinang tidak sulit dan mudah ditanam dengan komoditas menjanjikan, dan bila dikelola tentunya akan berdampak pada perekonomian masyarakat ke depan di Bangka Belitung.

“Pangsa ekspor sudah ada, seperti India dan Pakistan yang siap menampung pinang. Tentunya, bisa memacu motivasi petani untuk menanam pinang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Pinang Bangka Belitung Sarbini sampaikan bahwa pihaknya sudah membentuk koperasi dan siap untuk bekerjasama dengan para petani pinang di Bangka Belitung.
“Di Belitung pun kita jejaki.Moga nantinya di Belitung juga ada koperasi yang sama untuk pengembangan pinang,” katannya.

Pada ruang tanya jawab dengan penyuluh dan para kelompok tani dengan anggota DPD RI dan Ketua Koperasi Pinang Bangka Belitung didapat beberapa pertanyanan dan masukan diantaranya.

Erwin ketua BPD Tanjung Rusa akui sudah tahu infirmasi tanaman pinang dari Ketua Kontak Nelayan Andalan kabupaten Belitung.

“Kami berterima kasih bila tanaman pinang dibudayakan di desa Tanjung Rusa. Kita punya lahan satu hektar, namun bagaimana dengan kendala soal bibit, ” katanya.

Sementara Iskandar yang biasa disapa Alex seorang petani dari Gunung Riting menanyakan jenis pinang yang ditanam dan berapa lama dari hasil panen tersebut.

Sedangkan Diardi, Kelompok Tani dari Desa Perpat mempertanyakan bahwa apakah bibit lokal boleh atau tidak diberdayakan atau ditampung.

Berikutnya Andi dari Kelompok Tani Mini Jaya, di desa kembiri menanyakan soal apakah ada hama pinang dan apa penangkalnya dan bagaimana cara memanjatnya.

Sedangkan Ardi, Penyuluh Pertanian Simpang Rusa mempertanyakan bahan apa dan mutu yang bagaimana jenis pinang kualitas yang baik.

Pada pertemuan itu, Ketua Koperasi Pinang Bangka Belitung menjawab pertanyaan ketua BPD Tanjung Rusa, Erwin
bahwa terkait soal kendala bibit bisa kita ikhtiarkan cuma mohon konfirmasi kapan bibit dibutuhkan.

Selanjutkan pertanyaan dikemukakan Iskandar, Sarbini menganjurkan agar menanam jenis Pinang Betara. Sementara belajar berbuah di usia 3-4 tahun, panen raya 5,5-6 tahun jika dengan perawatan baik (ada pemupukan, penyiangan).

Sementara pertanyaan dari Diardi, lanjut Sarbini, bibit lokal boleh cuma faktor produksi dan kesehatan yang menjadi pertimbangan. Biasanya bibit yang diambil dari lokal, pohon tertentu tidak mendapatkan perlakuan sebagaimana tanaman pinang yang dibudidayakan karena ini terkait genetik. Lain halnya, jika ditampung tentu boleh.

Berikutnya, kata Sarbini, pertanyaan dari Andi, dapat dijawab bahwa tidak ada gejala serangan yang serius pada pinang. Pernah menemukan gangguan tupai namun hanya sebatas kulitnya saja, inti dalamnya aman. Untuk memanjat itu ada sepatu khusus, namun kalo pinang bisa jatuh sendiri kalau sudah matang feskologis.

Sementara untuk pertanyaan Bapak ardi, selaku PPL, kata Sarbini, bahwa Kalau negara tujuan ekspor (india, pakistan, india) itu bisa sebagai bahan makanan, pewarna, kegiatan spiritual. Sebagian juga sebagai bahan cat pesawat tempur jika di Eropa.

Untuk mutu terbaik pinang, rekomendasi kami kata Sarbini, pinang jenis betara ini memilik kadar air yang rendah, padat, dan produksi baik menurut kementrian pertanian.. Pinang betara adalah baru satu-satu varietas unggul yang dilepas oleh kementerian pertanian.

“Terimakasih, jika ada kekurangan kejelasan dan lain hal sebagainya bisa kita diskusikan di lain waktu dan kesempatan, selagi tidak dalam keadaan berkegiatan, insyaa Allah kami respon,” katanya.

Diakhir acara Ust. Zuhri sampaikan ajakan kepada warga masyarakat menangkap peluang prospek pinang ini.
“Petani dan Penyuluh invetarisasi minat masyarakat bertanam pinang dan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan pinang. Perlu dimanfaatkan peluang bahwa bila ditanam pinang 1 hektar dan bila kita berpikir ke depan lahan ada manfaat, sebelum pinang menghasilkannya, maka tanam dulu pohon Pisang, atau Kopi, Porang sehingga lahan ini bisa diberdayakan dan multi keuntungan dari satu hektar disamping di tanam pinang,”katanya.*