Para Pelajar Beltim Dapat Penghargaan, Kenalkan Sosok HAS Hanandjoeddin Lewat Komentar Video
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN – Sejarah perjuangan HAS Hanandjoeddin terus dikenalkan kepada generasi muda melalui cara yang dekat dengan dunia pelajar.
Sejumlah pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA di Kabupaten Beltim (Belitung Timur) mendapatkan penghargaan setelah mengikuti lomba komentar video dokumenter tentang sosok HAS Hanandjoeddin.
Penghargaan berupa piagam dan souvenir diserahkan secara bertahap oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Belitung. Penyerahan dilakukan melalui sekolah masing-masing.

Sejumlah penerima penghargaan di antaranya Atikah Zahra, siswi SMAN 1 Kelapa Kampit, yang menerima piagam tersebut pada hari Rabu 30 September 2026 di sekolah masing-masing. Adapun penyerahan piagam dan souvenir tersebut diserahkan oleh Anggota TP2GD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Haril M Andersen, mewakili TP2GD Kabupaten Belitung. Penyerahan turut disaksikan Kepala SMAN 1 Kelapa Kampit, Riskan Akhbari, S.Pd.
Penghargaan juga diberikan kepada Angelina, siswi SMAN 1 Manggar, yang diterima melalui Kepala SMAN 1 Manggar, Nesi Etikasari, S.Pd.
Sementara itu, Carla, siswi SMPN 1 Damar, menerima penghargaan dengan didampingi Kepala SMPN 1 Damar, Bambang Sutrisno, M.Pd., yang juga menjabat Sekretaris TP2GD Kabupaten Belitung Timur.

Penghargaan lainnya diberikan kepada perwakilan siswa SD Negeri 4 Manggar melalui Kepala SDN 4 Manggar, Sadi Suharto, S.Ag. Selain itu, penghargaan juga diserahkan kepada Reiner Sitorus dan Elvaliani Putri, dua pelajar SMPN 1 Kelapa Kampit, dengan didampingi Kepala SMPN 1 Kelapa Kampit, Gustiyanti, M.Pd.
Ketua TP2GD Kabupaten Belitung, Bakrie Hauriansyah, mengatakan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lainnya akan dilakukan secara bertahap dan diantar langsung ke sekolah masing-masing.

“Totalnya terdapat 27 pelajar pemenang yang berasal dari jenjang SD, SMP hingga SMA,” ujar Bakrie
Menurut Bakri, keterlibatan pelajar dalam lomba tersebut tidak sekadar untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sejarah dan kiprah HAS Hanandjoeddin kepada generasi muda.
Ia menjelaskan, lomba komentar video dokumenter tersebut merupakan bagian dari upaya sosialisasi sekaligus mendukung proses pengusulan HAS Hanandjoeddin sebagai Pahlawan Nasional.

Melalui kegiatan ini, kisah perjuangan HAS Hanandjoeddin diharapkan semakin dikenal generasi muda, tidak hanya melalui buku maupun kegiatan formal, tetapi juga melalui kreativitas dan sudut pandang para pelajar.
- person
- visibility 43
- forum 0